: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bakukan Gerakan, Pagar Nusa Jember Gelar Pelatihan

Ahad, 15 April 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Bakukan Gerakan, Pagar Nusa Jember Gelar Pelatihan
Jember, NU Online
Setiap perguruan silat mempunyai gerak baku yang menjadi ciri khas perguruan tersebut. Demikain juga dengan Pencak Silat Nahdlatul Ulama  (PSNU) Pagar Nusa. 

Untuk itu,  PSNU Pagar Nusa Kabupaten Jember Jawa Timur menggelar Pelatihan Pelatih di Pondok Pesantren Darus Sholah, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (14/4).

Pelatihan yang akan berlangsung dua hari itu diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Anak Cabang Ambulu, Wuluhan, Jenggawah, Panti, Sukorambi, Patrang dan Mumbulsari. 

Mereka langsung  ditangani oleh pelatih PSNU Pagar Nusa Wilayah Jawa Timur, Rohman dan Rohim.  Dua saudara kembar inilah yang menggembleng peserta dengan jurus baku khas Pagar Nusa.

“Peserta tersebut kelak akan didistribusikan ke kecamatan-kecamatan untuk melatih anggota baru,” ujar Ketua PSNU Pagar Nusa Kabupaten Jember, H Fathurrozi kepada NU Online disela-sela pelatihan.

Menurut alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu, penyamaan gerak baku itu penting sebagai idenitas PSNU Pagar Nusa. 

Walau demikian, gerak baku tersebut, tidak menafikan identitas jurus masing-masing  aliran yang ada di tubuh  Pagar Nusa seperti  aliran Cimande, Gasmi dan sebagainya.

“Inilah hebatnya NU. Jadi NU itu baik dalam urusan kebangsaan maupun dalam soal silat, NU tetap mengakomodasi budaya lokal tapi tak kehilangan identitas ke-NU-annya. Prinsipnya, NU memelihara hal-hal yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik,” jelasnya (Aryudi Abdul Razaq/Muiz).