::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

PWNU Ajak Muslimat Pegang Teguh Ukhuwah Nahdliyah

Ahad, 15 April 2018 20:30 Daerah

Bagikan

PWNU Ajak Muslimat Pegang Teguh Ukhuwah Nahdliyah
H Arja Imroni
Brebes, NU Online
Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Arja Imroni mengajak Muslimat NU Brebes agar pegang teguh dan meningkatkan kualitas ukhuwah Nahdliyah. Pasalnya, keberadaan Muslimat NU sangat penting yang telah melahirkan generasi generasi NU.yang mampu melestarikan keberadaan Muslimat NU dan NU pada umumnya.

"Zaman Now, bila tidak merawat diri dan menuntun anak anak NU, maka dikhawatirkan putra putri NU dicomot pihak lain dan NU kehilangan kader," ujarnya saat mengisi tausiyah Harlah Ke-72 Muslimat NU  Kabupaten  Brebes, di Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh, Songgom Brebes, Ahad (15/4).

Dosen UIN Walisongo Semarang tersebut melihat sejarah kaum perempuan masa lampau yang menempatkan perempuan pada posisi terendah dan dipandang tidak sebagai manusiawi. Eksistensinya masih dipertanyakan. Zaman old memandang wanita sebagai perempuan yang tidak memiliki kemampuan. Perempuan dianggap hina sebelum datangnya Nabi.

Maka tak mustahil ketika seorang perempuan melahirkan bayi perempuan saat itu juga langsung dikubur hidup hidup, sangat jahiliyah. Sekarangpun,  peristiwa serupa masih terjadi hanya beda porsi bahkan lebih ganas. 

“Jahiliyah di zaman now, anak belum lahir sudah di bunuh,” tuturnya prihatin.

Syukur Alhamdulillah, kata Arja, setelah Nabi Muhammad Saw diutus Allah SWT untuk memyempurnakan akhlak akhirnya perempuan diangkat derajatnya. Untuk itu perempuan harus semangat, perempuan sekarang tidak hanya sebagai kanca wingking, tidak sekadar berputar di dapur, sumur dan kasur.  

Kata Arja, persatuan NU ibarat kepalan tangan, satu komando. Kepalan tersebut terdiri dari jari tengah berupa para tokoh masyarakat, jari manis, fatayat, ippnu, ipnu kader muda, ahlakul karimah harus manis. Jempol untuk para Pemimpin. Jari kelingking, kecil barangnya gede kasiatnya, para kaum perempuan anggota Muslimat NU. Di sinilah harus terjadi sinergitas untuk menjadi energi kekuatan.

Ketua PC Muslimat NU Brebes Dra Hj Chulasoh menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga penyelenggaraan ulang tahun berjalan lancar. Antusias Muslimat mengikuti kegiatan harlah terlihat dengan berjajarnya 320 mobil.

Berbagai kegiatan telah dilakukan antara lain pendidikan politik perempuan, seminar sehat jasamani rohani, dan penampilan seni budaya.

Harlah yang mengambil tema meningkatkan khidmat muslimat NU dan meneguhkan NKRI damai dan sejahtera dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. 

Dalam sambutannya, Bupati memuji keberadaan muslimat sebagai perempuan yang hatinya lembut, dan luar biasa. Sentuhan lembut tangannya telah melahirkan putra putri bangsa yang membanggakan. Termasuk telah membantu pemerintah kabupaten Brebes dalam pembangunan daerah. (Wasdiun/Muiz)