::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sekjend MPR RI Beri Kuliah Umum di Unugha Cilacap

Senin, 16 April 2018 21:30 Nasional

Bagikan

Sekjend MPR RI Beri Kuliah Umum di Unugha Cilacap
Sekjen MPR RI, Ma'ruf Cahyono
Cilacap, NU Online 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ma'ruf Cahyono, mengadakan kunjungan ke Cilacap guna memberikan kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) Cilacap.

Acara yang mengangkat tema utama Merajut Kebhinekaan, Membingkai Semangat Kebangsaan ini dihelat pada Sabtu, (14/4), di Gedung Al Ghazali kompleks Unugha Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. 

Ketua panitia penyelenggara, Priyo Anggoro mengatakan, kuliah umum ini bertujuan untuk membangun semangat cinta tanah air dan menghindari potensi konflik-konflik atas nama Agama yang belakangan marak terjadi. 

"Masyarakat kita mudah membully sesama, mereka satu Indonesia, hanya karena perbedaan cara pandang, perbedaan keyakinan mereka mudah membully dan mendiskreditkan satu sama lain, ini sangat mengancam NKRI, kebhinekaan dan semangat kebangsaan," jelas pria yang juga dosen fakultas ekonomi Unugha itu. 

Shoiman Nawawi, Wakil Rektor III Unugha dalam sambutannya mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan seperti ini, menurutnya hal ini sangat baik bagi mahasiswa dan pemuda. 

"Civitas akademika Unugha sangat mengapresiasi acara yang luar biasa ini, karena pemuda menjadi garda terdepan dalam mengawal keberagaman dan persatuan," tegas Gus Shoim 

Dalam kuliahnya, Sekjend MPR RI menegaskan betapa pentingnya pemahaman tentang bela negara dan membingkai semangat keberagaman di Indonesia.

"Negara kita tidak akan bubar atau runtuh pada 2030 bila kita tetap saling menjaga toleransi, membingkai semangat persatuan dan tidak mudah dipecah belah oleh paham-paham dari bangsa lain atau paham-paham impor yang merusak sendi-sendi berbangsa," Jelas Ma'ruf Cahyono.

Acara tersebut diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari berbagai macam latar belakang, mahasiswa, organisasi pemuda dan beberapa pejabat Forkompimda. (Kifayatul Ahyar/Muiz)