::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Reksa Dana, Investasi ala Rujak

Kamis, 19 April 2018 11:22 Ngobrolin Duit

Bagikan

Reksa Dana, Investasi ala Rujak
Kebanyakan dari kita telah mengenal investasi, baik melalui emas, properti, saham, obligasi, sukuk maupun alternatif investasi lainnya. Saatnya kita bahas satu alternatif investasi yang tak kalah seru; reksa dana. Ketika kita menabung, kita semata-mata menyimpan uang untuk digunakan esok hari. Investasi beda. Ketika berinvestasi, kita menyimpan sambil menumbuhkan uang kita, biasanya dengan cara membeli “sesuatu” yang harganya diharapkan akan naik di masa depan. Di reksadana, “sesuatu” itu dinamakan unit penyertaan reksa dana.

Lalu, bagaimana sih investasi di reksadana itu?

Reksadana: Investasi rame-rame
Reksa dana adalah investasi di pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi berpengalaman. Ketika berinvestasi di reksa dana kita tidak sendirian, tetapi rame-rame bersama investor yang lainnya. Karena itulah reksa dana sangat terjangkau: Seorang sedikit rame-rame jadi bukit. Modal investasi yang terkumpul dikelola oleh ahlinya, supaya berkembang dengan dibelanjakan membeli puluhan saham, berseri-seri obligasi, instrumen pasar uang dan deposito dengan imbal hasil lebih baik.

Reksadana: Satu keranjang, banyak jenis
Seperti perihal makan buah, saat kita ingin menikmati beragam buah dengan duit terbatas, pergilah ke tukang rujak. Selain puas dengan banyak rasa, tukang rujak memiliki keahlian untuk memilih buah-buah segar dan bagus, sehingga buah kita nikmati adalah buah yang terbaik. Nah seperti tukang rujak, perusahaan manajer investasi memiliki para ahli yang bertugas untuk memilih instrument investasi terbaik bagi para investornya.

Bedanya satu: saat rujak sudah dicicipi, kita tak bias mengembalikan atau menukarnya dengan seporsi rujak lainnya. Sedangkan unit penyertaan reksa dana bisa: bias dibeli, ditukar dengan reksa dana lain, dan dicairkan.

Reksadana: Investasi tanpa jangka waktu
Reksa dana tak seperti properti yang butuh waktu panjang untuk dijual, atau deposito yang terikat jangka waktu minimum jika tak ingin kena penalti. Unit penyertaan reksa dana boleh dicairkan kembali kapan saja kita inginkan. Ini jadi alas an kenapa reksa dana dapat dijadikan kendaraan menuju banyak tujuan keuangan kita: jangka pendek oke, jangka panjang pun tak masalah.

Reksa dana: Investasi bebas pajak
Reksa dana adalah investasi dua lapis. Pada lapis pertama, reksa dana berinvestasi pada saham, obligasi, deposito dan instrument lainnya. Lalu lapis keduanya adalah kita yang berinvestasi pada reksa dana. 

Nah di lapis pertama, saat saham-saham di dalam reksa dana membagi dividen, obligasi dan sukuk membayarkan kupon, deposito membayar bunga atau bagi hasil, atau saat ada keuntungan jual-beli saham dan obligasi, reksa dana sudah dikenakan pajak. Dengan begitu, ketika reksa dana menghasilkan untung, nggak dipotong pajak lagi dong! Nah, jadi kitanya musti cermat. Saat membandingkan potensi hasil investasi reksa dana dan bunga deposito, misalnya, kita musti paham bahwa hasil reksa dana sudah net,  sementara bunga deposito masih gros alias harus dipotong pajak lagi.

Reksa dana: yang syariah juga ada
Versi syariah dari reksa dana terdiri dari instrumen-instrumen yang disetujui sebelumnya oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Instrumen-instrumen ini termasuk saham syariah, sukuk, deposito syariah dan lain-lain. Tunggu artikel Reksa Dana Manulife selanjutnya untuk reksa dana syariah.

Yuk, mulai investasi di reksadana #SekarangAja!