::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Gus Dur Hanya Kebagian TK

Jumat, 20 April 2018 08:00 Humor

Bagikan

Gus Dur Hanya Kebagian TK
“DPR itu kaya anak TK”. Sindiran masyhur KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut masih terus mengiang dan menampakkan buktinya.

Berbeda dengan sindiran itu, Gus Dur juga kerap gelisah dengan dunia pendidikan di NU. Namun, Gus Dur tak pernah kering humor di tengah peliknya persoalan yang sedang dipikirkannya.

Gus Dur menyoroti pemberian nama sekolah dengan menyematkan tokoh-tokoh NU. Ia menyayangkan jika nama-nama besar yang dipasang tidak sesuai dengan mutu sekolah atau universitasnya.

Saat itu, Gus Dur sedang duduk santai ngobrol bareng sejumlah tokoh, termasuk Ketua PP LP Ma’arif NU Pak Ghofar (Rahman) di Pesantren Asshidiqiyah Kedoya, Jakarta Barat.

“Gus, nanti nama panjenengan boleh nggak untuk nama sekolah atau universitas?” celetuk seorang sahabat ke Gus Dur.

“Ah, nama saya paling untuk TK saja,” jawab Gus Dur sambil terkekeh.

“Kenapa Gus?” sahabat tersebut tanya lagi.

“Tanya aja ke Pak Ghofar ini. Dia kan Ketua PP Ma’arif NU,” kata Gus Dur masih sambil pringisan. “Ayo Pak Ghofar, kasih tahu dia,” sambung Gus Dur.

Pak Ghofar berbicara: “Kata Gus Dur, kalau nama universitas, itu sudah jadi milik Mbah Hasyim, makanya ada Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy). Kalau untuk SMA atau Aliyah sudah jadi milik Kiai Wahid Hasyim, makanya ada SMA Wahid Hasyim. Kalau SMP atau Tsanawiyah pakai nama Mbah Bisri atau Mbah Wahab. Kalau SD sudah pakai nama Pak Ud, KH Yusuf Hasyim. Nah, kalau Gus Dur hanya kebagian untuk nama TK.”

“Geerrrrr...” semua ngakak. (Fathoni)

Kisah ini disarikan dari buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam (2013).