::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Lebe Er, Berbagi Air dan Angin dengan Orang Lain

Rabu, 25 April 2018 10:35 Daerah

Bagikan

Lebe Er, Berbagi Air dan Angin dengan Orang Lain
Lebe Er Akhmad Chaerudin mengisi angin sepeda
Tegal, NU Online
Ada yang menarik saat kita melintas di salah satu sudut Kelurahan Tunon Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah. Di depan salah satu rumah penduduk terdapat sebuah show case minuman dingin dan mesin kompresor yang lazim digunakan untuk mengisi angin ban sepeda dan sepeda motor. Yang menarik adalah penempatan kedua barang itu disertai dengan tulisan GRATIS.

Ya, air mineral yang ada di dalam show case dan angin yang bersumber dari kompresor itu memang digratiskan untuk siapa saja. Oleh pemiliknya, Akhmad Chaerudin, air dan angin itu memang sengaja disediakan untuk siapa saja yang lewat di depan rumahnya.

Akhmad Chaerudin adalah warga asli Kelurahan Tunon yang menghidupi keluarganya dari profesinya sebagai seorang lebe atau modin, tokoh masyarakat yang membantu pemerintah di tingkat kelurahan dalam melayani masyarakat khususnya di bidang perkawinan dan kematian. Sebagai seorang lebe ia lebih akrab disapa masyarakat dengan panggilan Lebe Er.

Perihal air dan angin yang digratiskannya ia mengaku telah melakukannya sejak tahun 2014. Awalnya ia hanya menyediakan air, belum ada angin gratis. Di depan rumah ia tempatkan satu galon air mineral dan satu buah gelas. Siapa pun yang hendak minmum dipersilakan tanpa harus meminta ijin kepada keluarganya.

Lebe Er mengaku bahwa apa yang dilakukannya itu terisnpirasi dari kebiasaan orang tua zaman dahulu yang menyediakan air di halaman rumah untuk bisa diminum oleh siapa pun yang lewat.

“Saya ingin menerapkan kebiasaan orang tua dahulu yang nyaris punah, yakni menyediakan air di depan rumah,” tegasnya, kepada NU Online awal pekan ini.

Belum lama ini Lebe Er mengganti galon airnya dengan perangkat show case yang diisi dengan air mineral gelasan.

“Ide ini saya dapatkan ketika saya berkunjung ke Pengadilan Agama Slawi di mana di sana disediakan sebuah show case berisi air mineral dengan tulisan Gratis Bagi Yang Berperkara. Dari sana kemudian saya berinisiatif untuk mengganti galon yang ada di rumah dengan show case. Hanya saja peruntukannya bukan untuk orang tertentu seperti di pengadialan tapi bagi masyarakat secara umum,” jelas suami dari Siti Lainun ini.

Perihal angin dari kompresor yang dibagikan gratis Lebe Er menuturkan bahwa pada tahun 2016 ia sempat berpikir untuk mengembangkan sedekahnya. Ia menemukan angin sebagai sesuatu yang tepat untuk disedekahkan. Meski nilainya tak seberapa namun banyak orang yang membutuhkan.

“Saat itu saya sedang tidak memiliki cukup uang untuk membeli kompresor,” kenang ayah dari dua orang anak ini.

“Sementara saya punya uang di tangan orang yang hingga saat itu belum juga dikembalikan. Maka saya bernadzar kalau uang yang ada di tangan orang itu dikembalikan maka akan saya gunakan untuk membeli kompresor. Alhamdulillah ternyata tak berapa lama Allah mengabulkan nadzar saya. Maka jadilah saya beli kompresor itu seharga 2,5 juta,” ceritanya lagi.

Bagi Khaerudin bersedekah tidak harus selalu memakai uang dan menunggu sampai kaya. Apa pun yang dimiliki bisa dijadikan sebagai alat untuk berbagi dengan sesama. “Dan saya tidak pernah merasa miskin dengan melakukan sedekah seperti itu,” pungkasnya. (Yazid Muttaqin/Kendi Setiawan)