::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Empat Ini Sejukkan Alam Barzakh yang Panas dan Pengap

Jumat, 27 April 2018 20:00 Tasawuf/Akhlak

Bagikan

Empat Ini Sejukkan Alam Barzakh yang Panas dan Pengap
(Foto: twitter.com)
Alam barzakh atau alam kubur diyakini oleh umat Islam sebagai alam persinggahan bagi manusia yang telah meninggal sebelum dibangkitkan pada hari kiamat. Alam barzakh merupakan tempat balasan amal baik dan buruk sebelum hari kiamat tiba.

Alam barzakh diyakini sebagai tempat sempit, gelap, sepi, panas, dan pengap bagi ahli kubur. Tetapi amal ibadah yang dikerjakan selagi hidup dapat meringankan beban ahli kubur di alam barzakh sebagai keterangan berikut ini:

إذا وضع الميت في قبره جاءته أربع نيران فتجيء الصلاة فتطفئ واحدة ويجيء الصيام فيطفئ واحدة وتجيء الصدقة فتطفئ واحدة ويجيء الصبر فيطفئ واحدة

Artinya, “Bila jenazah diletakkan di alam kubur, empat api menghampirinya. Tetapi amal shalat datang lalu memadamkan satu titik api. Ibadah puasa datang lalu memadamkan satu titik api lainnya. Berikutnya amal sedekah datang memadamkan satu titik api selanjutnya. Berikutnya amal kesabaran datang memadamkan satu titik api terakhir,” (Lihat Syekh Ahmad bin Hijazi Al-Fasyani, Al-Majalisus Saniyah, Syarah Arbain Nawawiyyah, [Semarang, Maktabah Al-Munawwir: tanpa catatan tahun], halaman 62).

Syekh Ahmad bin Hijazi mengangap penting empat hal yang bisa dilakukan oleh seorang Muslim secara rutin, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan sabar. Sabar di sini dipahami sebagai ketabahan dan keuletan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Ia menyebutkan empat hal ketika mensyarahkan hadits kedua puluh dua atas Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah riwayat Imam Muslim berikut ini:

الحديث الثانى والعشرون [عن أبي عبد الله جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنهما أن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم فقال: أرأيت إذا صليت المكتوبات وصمت رمضان وأحللت الحلال وحرمت الحرام ولم أزد على ذلك شيئا أدخل الجنة ؟ قال نعم] رواه مسلم

Artinya, “Hadits kedua puluh dua dari Abu Abdillah, yaitu Jabir bin Abdillah Al-Anshari RA bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai utusan Allah, apa pendapatmu bila aku mengerjakan shalat wajib, berpuasa Ramadhan, mendekati yang halal, dan menjauhi yang haram tanpa menambah sedikitpun dari semua itu, apakah aku masuk surga?’ ‘Tentu (masuk surga),’ jawab Rasulullah. (HR Muslim),” (Lihat Syekh Ahmad bin Hijazi Al-Fasyani, Al-Majalisus Saniyah, Syarah Arbain Nawawiyyah, [Semarang, Maktabah Al-Munawwir: tanpa catatan tahun], halaman 60).

Empat hal ini merupakan amal komplet seorang Muslim. Dengan shalat dan puasa, seorang Muslim memenuhi kewajibannya terhadap Allah meski Allah tidak diuntungkan oleh dua jenis amal tersebut. Sementara dengan sedekah dan kesabaran, seorang Muslim memenuhi tanggung jawab sosialnya. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)