::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ketua NU Banyuwangi: Harlah, Momentum Muhasabah

Ahad, 06 Mei 2018 21:00 Daerah

Bagikan

Ketua NU Banyuwangi: Harlah, Momentum Muhasabah
KH Ali Makki Zaini, Ketua PCNU Banyuwangi
Banyuwangi, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Ali Makki Zaini berharap momentum Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU yang ke-68 dijadikan sebagai momentum untuk muhasabah atau instropeksi bagi organisasi yang merupakan badan otonom NU tersebut.

Instropeksi ideal menurutnya adalah dengan melakukan koreksi dan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan organisasi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Kegiatan mana yang sudah baik terus ditingkatkan dan berbagai catatan buruk selama perjuangan harus dihapus dan ditinggalkan.

“Semua jabatan dalam mengurus NU pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Baik itu ketua, pengurus, sampai anggota. Akan dihisab di hadapan Allah SWT. Dan ingat, pertanggungjawaban di hadapan Tuhan lebih berat jika dibandingkan pertanggungjawaban di hadapan manusia," tegas Gus Makki, begitu ia biasa disapa.

Pertanggungjawaban di hadapan manusia lanjutnya bisa diselesaikan dengan membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ). Tapi tidak di hadapan Tuhan. Semua akan dihisab dengan teliti.

"Anda putuskan langkah ini, apa motivasinya? Anda menyuruh kadernya berbuat A, B, dan C pertimbangannya apa? Itu semua akan ada dihisab di hadapan Tuhan. Pasti !" tegas Pengasuh Pesantren Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi pada peringatan yang dilaksanakan di Masjid Agung Baiturrahman, Ahad (6/5) siang.

Sementara Ketua PC Fatayat NU Banyuwangi, Mariana, mengingatkan ratusan kadernya yang hadir untuk meningkatkan perjuangan dan istiqomah berkhidmat dalam organisasi pemudi NU ini.

“Semangat dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah jangan kasih kendur. Karena dengan langkah ini akan terus tersemai Islam yang membawa rahmat di atas bumi pertiwi. Tidak boleh lelah, terus semangat berdakwah di setiap wilayah kerja (Wilker) dengan terus mengadakan istighotsah, diba'iyah, dan yasinan tahlil," pintanya.

Mariana juga mengajak seluruh anggota untuk melakukan perjuangan dengan memaksimalkan lingkungan keluarga masing-masing disamping perjuangan di bidang lain seperti pemberdayaan dan advokasi perempuan, bidang kesehatan, pendidikan, sampai dengan perekonomian.

"Bidang perekonomian mutlak harus di kedepankan. Bagaimana sektor ekonomi kreatif ini benar-benar dapat maksimal. Dengan harapan benar-benar menjadikan organisasi yang berdikari," ujar Mariana seraya mengajak para pengurus dan anggota Fatayat untuk menjaga keharmonisan dan selalu kompak dalam melaksanakan perjuangan di bawah panji NU. (M Sholeh Kurniawan/Muhammad Faizin)