::: NU: Kepastian awal Ramadhan akan diikhbarkan pada 15 Mei 2018 petang hari ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Berbagai Elemen Bangsa Tegaskan Tolak Terorisme

Rabu, 16 Mei 2018 07:30 Nasional

Bagikan

Berbagai Elemen Bangsa Tegaskan Tolak Terorisme
Ulama, tokoh dan masyarakat Jepara tolak terorisme
Jakarta, NU Online
Aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini menuai banyak kecaman dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Dalam catatan NU Online, penolakan tersebut datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satunya Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara menyatakan mengutuk keras aksi teror bom di Surabaya, Jawa Timur. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Arjuna, ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar bersama Satuan Koordinasi Cabang Banser Pematangsiantar usai kegiatan rutin dzikir dan shalawat, Ahad (13/5) malam.

Kepala Satkorcab Banser Pematangsiantar, Sartono juga menginstruksikan kepada Banser untuk berperan aktif membantu aparat keamanan menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat masing-masing, apalagi beberapa hari lagi memasuki bulan Ramadhan.

Banser Pematangsiantar juga mendukung sepenuhnya Gerakan Ketua Umum PP GP Ansor untuk 'Bersatu Lawan Terorisme'.

Tahlil untuk Korban Terorisme
Di Jepara, Jawa Tengah, PCNU Jepara menginisiasi doa bersama dan tahlil bagi para syuhada Polri yang gugur dalam insiden bom di Mako Brimob. Kegiatan bertempat di masjid Mapolres Jepara, Ahad (13/5). 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengharapkan antara Polres jepara dan ulama, kiai di seluruh Jepara untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman di Jepara dan Indonesia. Selain itu juga mengharapkan doa para ulama dan kiai agar dalam menjalankan tugas sebagai pelayan keamanan masyarakat selalu sehat, selamat dan amanah.

Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Nufus, meminta PCNU Jepara dan seluruh jajaran dari MWCNU sampai tingkat ranting dan banom-banomnya agar bisa sinergi dengan Polsek di masing masing kecamatan untuk menjaga keamanan dan ketenteraman. Selain itu ia mengintruksikan kepada Banser untuk siaga membantu Polri memantau kondisi wilayah masing-masing.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, KH Fahrur Rozi menyatakan PDM Jepara siap membantu Polri untuk mengamankan Jepara dan akan selalu bersama-sama dengan PCNU Jepara menjaga anggotanya untuk menangkal radikalisme dan terorisme. 

Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Ubaidilah Noor Umar menegaskan tidak ada satu pun dalil yang memperbolehkan bom bunuh diri dalam Islam. Oleh  karenanya ia mengimbau kepada umat Islam untuk tidak terprovokasi dengan rayuan-rayuan para teroris tentang janji surga dengan jalan bunuh diri.

Doa bersama dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), alim ulama se-Kabupaten Jepara, para pengurus MWC NU se-Kabupaten Jepara, Kapolsek se-Kabupaten Jepara, banom NU dan Muhammadiyah se-Kabupaten Jepara, Dandim, Kapolres, Wakapolres, perwira, dan Bupati Jepara. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dan pembacaan deklarasi damai.

Keprihatinan Lembaga Penanggulangan Bencana 
Di Jakarta, sejumlah lembaga penanggulangan kebencanaan dan kemanusiaan mengutuk keras dan prihatin atas aksi terorisme yang terjadi belakangan ini. Aksi keprihatinan tersebut disampaikan dan dituangkan dalam bentuk pernyataan sikap yang dibacakan Selasa (15/5) di Aula Gedung Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Utan Kayu, Jakarta Timur. 

M Wahib Emha, ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta, mengatakan pernyataan sikap sebagai bentuk kepedulian dan mengutuk keras aksi-aksi teroisme.

Wahib menyebut aksi teror juga merupakan bencana apabila tidak tertangani dan dicegah. Dalam bencana yang diurus adalah kemanusiaan dan memanusiakan manusia. "Lembaga penanggulangan bencana bukan hanya mengurus bencana alam, namun juga soal kemanusiaan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa teror sangat bertentangan dengan kemanusiaan.

Aksi Solidaritas Mahasiswa Unusia Jakarta
Aksi solidaritas digelar Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Ahad (13/5). Aksi ini berlangsung di depan Kampus Unusia, Jl Taman Amir Hamzah 5 Jakarta Pusat. Aksi diwarnai dengan penyalaan lilin-lilin. Spanduk-spanduk juga ditunjukkan oleh peserta aksi. Spanduk antara lain bertuliskan “TOLAK TERORISME” dan “PRAY FOR SURABAYA".

Selain itu juga ditampilkan kreativitas mahasiswa dengan membaca puisi, orasi dan monolog. Mereka menyuarakan betapa pentingnya keberagaman di Indonesia, sehingga bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris merupakan perbuatan yang tercela. Dengan demikian mahasiswa hukum menolak adanya teroris di Indonesia.

Dalam monolognya, Ali Muqodas, selaku ketua HIMA Hukum Unusia mengatakan, “Indonesia merupakan negara yang dibangun atas dasar perbedaan maka harus kita jaga semaksimal mungkin, untuk itu kita mengutuk aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris di Surabaya.” (Red: Kendi Setiawan)