::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Gerebeg Apem 'Ala' Gus Dur Awali Ramadhan di Jombang

Kamis, 17 Mei 2018 07:00 Daerah

Bagikan

Gerebeg Apem 'Ala' Gus Dur Awali Ramadhan di Jombang
Gerebeg apem Gus Dur di Jombang
Jombang, NU Online
Pasar Ramadhan dan tradisi Gerebeg Apem kembali digelar di Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tepatnya depan GOR Merdeka Jombang, Rabu (15/5) sore. Pasar Ramadhan berlangsung setiap sore selama sebulan penuh, mulai 15 Mei hingga 14 Juni 2018. Sedangkan gerebek apem, digelar setiap tahun menandai awal Ramadhan, sejak 2007. Selain kedua kegiatan itu, ada juga festival sebagai rangkaian kegiatannya.

Asisten II Pemkab Jombang Sucipto saat membuka kegiatan ini menjelaskan, pasar Ramadhan dan lomba gunungan apem digelar untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1439 H.

"Dinamai Gerebeg Apem ala Gus Dur, karena kegiatan rutin tahunan ini dilakukan setiap mejelang awal puasa Ramadhan bertempat di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)," ujarnya.

Selain itu, pada saat dibukanya gerebeg apem, juga diadakan festival apem dan kudapan pangan. Ini semua, bertujuan menumbuhkembangkan usaha bisnis lokal.

“Bahan dasar pembuatan apem ini nonberas dan nonterigu. Bahan dasarnya dari ketela dan jagung, diolah sedemikian rupa sehingga cita rasanya tak kalah dengan apem berbahan terigu maupun beras,” kata Sucipto.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Heri Setyobudi, sebagai leading sector kegiatan ini menjelaskan, gunungan apem disusun dari sedikitnya 3150 apem, seluruh apem berasal dari PKK seluruh 21 kecamatan.

“Ini upaya menganekaragamkan pangan konsumsi nonberas dan nonterigu. Dengan menggunakan nonberas masyarakat diharapkan tidak terlalu bergantung terhadap beras,” jelasnya.

Setelah resmi dibuka, gunungan apem diarak, diiringi kesenian bernuansa Islami sepanjang Jalan KH Abdurahman Wahid, start GOR menuju bundaran Ringin Contong. Selanjutnya, gunungan menjadi rebutan masyarakat. (Red: Muiz)