::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Empat yang Dirindu Surga

Senin, 28 Mei 2018 12:15 Daerah

Bagikan

Empat yang Dirindu Surga
Sanlat Festival Ramadhan Kota Depok, Ahad (27/5).
Depok, NU Online
Al-Qur'an adalah petunjuk jalan keselamatan dunia dan akhirat. Jika kita ingin meraih surga salah satu jalannya harus rajin membaca Al-Qur'an.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Lembaga Ta’lif Wa Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Bogor, Ustadz Abdul Hakim dalam acara buka bersama dan penutupan Sanlat serta Festival Ramadhan Lazuard di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (27/5).

Ustad Hakim mengilas balik kejadian beberapa pekan lalu, di mana ada orang melakukan bom bunuh diri di Surabaya. Sebagian pihak yang salah kaprah dalam memahami makna jihad, mereka melakukan itu demi meraih bidadari di surga. "Padahal, perbuatan itu termasuk perbuatan biadab yang tidak dibenarkan dalam Islam," kata Ustadz Hakim. 

Menurutnya agar tidak salah jalan, seorang Muslim patut mengetahui empat hal yang dirindukan oleh surga. "Hadirin pasti pernah menghatamkan Al-Qur'an. Coba dilihat, di tengah-tengah Al-Qur'an ada firman Allah SWT yang berbunyi 'Wal Yatalattof'. Tepatnya di Surat Al Kahfi ayat 19. Artinya, 'Lemah lembutlah'," lugas Ustad Hakim.

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa agama Islam mengajarkan pengikutnya agar bersikap lemah lembut, dilarang melakukan perbuatan kasar. "Poin pertama surga merindukan orang yang bersikap dan berkata dengan penuh kelembutan," ujarnya.

Poin kedua adalah "Wa Hafidzhil lisan." Surga merindukan orang yang menjaga lisan dari perbuatan yang tidak baik, menjaga tutur kata, berkata yang baik atau diam. “Tapi di era millenia saat ini, lisan kita bukan menjadi ukuran kejahatan atau kebaikan, bahkan terbukti, jari jemari kita lah yang saat ini lebih tajam dari lisan," ujarnya lagi.

Ia menyebutkan berbagai cara menyebarkan berita-berita hoaks. Tujuannya mengajarkan orang untuk berprasangka buruk, mencaci-maki. Hal itu sengaja diciptakan demi mewujudkan permusuhan. "Semua itu terjadi melalui smarthphone. Memang benar mulut tidak bicara, tapi jari jemari kita lah yang menyebarluaskan itu," urai Kang Hakim, panggilan akrabnya.

Poin yang ketiga, lanjut Kang Hakim, Surga merindukan orang yang suka memberi makan kepada orang yang lapar. Pada kesempatan tersebut juga hadir anak-anak yatim dan dhuafa. Berbagi kebahagiaan mereka dengan memberikan santunan adalah hal yang sangat baik. "Alhamdulillah kali ini kita hadir di tengah-tengah anak-anak yatim dhuafa. Dan kita  bersama-sama akan menyantuninya. Ini merupakan perbuatan yang dirindukan oleh surga," katanya.

Poin keempat, sebut Kang Hakim, surga merindukan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Hal itu seperti disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 184 Allah swt berfirman, “Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Menurutnya, ayat tersebut menekankan agar Muslim berpuasa, karena sangat baik dan mengandung ribuan hikmah dan rahasia yang tentu harus digali oleh Muslimin. "Di antara hikmahnya yaitu kita digolongkan sebagai ahli surga," pungkas Kang Hakim. (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)