::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Nama-nama Lain Bulan Ramadhan (2)

Jumat, 01 Juni 2018 12:30 Ramadhan

Bagikan

Nama-nama Lain Bulan Ramadhan (2)
Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan lima nama lain bulan Ramadhan. Banyaknya julukan pada Ramadhan menandakan betapa istimewanya bulan suci ini. Kata "ramadhan" sendiri berakar kata dari ramidla (رمِض) yang bararti “panas terik”. Makna ini bisa dipahami sebagai kiasan atas beban dahaga atau panasnya kerongkongan yang dialami orang-orang puasa selama Ramadhan.

Ada setidaknya enam belas nama, sebagaimana diungkap kitab Ittihaf al-Anam bi Ahkam ash-Shiyam karya Dr. Zainuddin bin Muhammad bin Husain bin al-‘Aydarus al-Ba’alawy. Berikut beberapa poin lanjutan dari artikel sebelumnya—(Redaksi)

Baca: Nama-nama Lain Bulan Ramadhan (1)
6. Bulan Ampunan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, ini yang menjadi kekhususan umat Nabi Muhammad ﷺ. Imam al-Baihaqi meriwayatkan hadits yang berbunyi:

عن أبي نضرة، قال: سمعت جابر بن عبد الله ، يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أعطيت أمتي في شهر رمضان خمسا لم يعطهن نبي قبلي: أما واحدة، فإنه إذا كان أول ليلة من شهر رمضان نظر الله عز وجل إليهم، ومن نظر الله إليه لم يعذبه أبدا، وأما الثانية فإن خلوف أفواههم حين يمسون أطيب عند الله من ريح المسك، وأما الثالثة فإن الملائكة تستغفر لهم في كل يوم وليلة، وأما الرابعة فإن الله عز وجل يأمر جنته فيقول لها: استعدي وتزيني لعبادي أوشك أن يستريحوا من تعب الدنيا إلى داري وكرامتي، وأما الخامسة فإنه إذا كان آخر ليلة غفر لهم جميعا» فقال رجل من القوم: أهي ليلة القدر؟ فقال: (لا ألم تر إلى العمال يعملون فإذا فرغوا من أعمالهم وفوا أجورهم؟ )

Dari Jabir RA berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Umatku telah diberi lima perkara di bulan Ramadhan, yang mana tidak diberikan kepada umat lain sebelumnya: Pertama, jika datang malam pertama bulan Ramadhan Allah ﷻ melihat kepada mereka, dan barang siapa yang dilihat oleh Allah di hari ini maka tidak akan disiksa selamanya. Kedua, bau mulut sebab berpuasa saat mereka berada di sore hari lebih harum dari minyak misik. Ketiga: para Malaikat memintakan ampun untuknya di setiap siang dan malam. Keempat: Allah ﷻ memerintahkan kepada surga dan berfirman kepadanya: “Bersiap-siaplah dan berhiaslah untuk hambaku wahai Surga! Aku berharap kepada mereka untuk beristirahat dari kelelahan dunia menuju rumah-Ku dan pemberian-Ku. Kelima: Jika datang akhir malam mereka semua telah diampuni oleh Allah ﷻ, kemudian seorang laki-laki berkata: "Apakah malam itu malam Lailatul Qadar?" Rasulullah ﷺ menjawab: “Bukan, tidakkah kau melihat kepada orang-orang pekerja, mereka bekerja keras dan jika telah usai maka mereka akan mendapatkan gaji?’" (HR Al-Baihaqi)

7. Bulan Kesabaran

Puasa Allah jadikan sebagai tameng untuk menjaga diri, maka dari itu ketika berpuasa banyak pantangan-pantangan yang perlu kita hindari, seperti marah. Bulan Ramadhan dinamakan bulan kesabaran, sebab ada salah satu hadits dari Salman al-Farisi RA:

أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك شهر فيه ليلة خير من ألف شهر جعل الله صيامه فريضة و قيام ليله تطوعا من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه و من أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه وهو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة و شهر المواساة و شهر يزداد فيه رزق المؤمن من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه و عتق رقبته من النار و كان له مثل أجره منغير أن ينتقص من أجره شيء قالوا ليس كلنا نجد ما يفطر الصائم فقال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على تمرة أو شربة ماء أو مذقة لبن و هو شهر أوله رحمة و أوسطه مغفرة و آخره عتق من النار من خفف عن مملوكه غفر الله له و أعتقه من النار و استكثروا فيه من أربع خصال : خصلتين ترضون بهما ربكم و خصلتين لا غنى بكم عنهما فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله و تستغفرونه و أما اللتان لا غنى بكم عنهما فتسألون الله الجنة و تعوذون به من النار و من أشبع فيه صائما سقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة

“Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah menaungi kalian, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang mana Allah jadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti pahala melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya. dan ia adalah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan bulan dimana rizki orang-orang yang beriman bertambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa. 

Mereka (para sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai sesuatu untuk dihidangkan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”

Rasulullah ﷺ menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu.”

Inilah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah memberikan ampunan, dan yang terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah subhanahu wata'ala akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yang dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yang dua hal kamu pasti membutuhkannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu sahadat dan beristighfar kepada Allah, dan dua hal yang pasti kalian membutuhkannya yaitu kalian memohon Surga kepada-Nya dan kalian berlindung kepada-Nya dari api neraka. Dan barang siapa yang di dalamnya membuat kenyang orang yang berpuasa (ketika berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku, yang sekali minum darinya, seseorang tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga.”

Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa Ramadhan adalah bulan kesabaran. Ya, meskipun hadits ini lemah, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejalan dengan nilai kualitas puasa itu sendiri.

8. Bulan Sedekah

Betapa semangatnya umat Muslim untuk bersedekah di bulan Ramadhan, hampir di setiap masjid tak jarang kita jumpai suguhan takjil untuk berbuka, tak hanya itu, nasi kotak dan semacamnya pun turut meramaikan masjid menjelang waktu berbuka.

Maka tak asing jika bulan Ramadhan dinamakan bulan sedekah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ:

عن أنس قال : قيل يا رسول الله ، أي الصدقة أفضل ؟ قال : صدقة في رمضان

Dari Anas, beliau berkata: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?”, Beliau menjawab: “Sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. at-Tirmidzi)

9. Bulan Rezeki

Melihat hadits panjang yang disebutkan dari riwayat Salman al-Farisi, terdapat redaksi yang berbunyi:

شهر يزداد فيه رزق المؤمن

"Bulan ditambahkannya rezeki orang mukmin."

Maka bulan Ramadhan dinamakan sebagai bulan rezeki. Makna rezeki tak sebatas pada materi saja, bukankah ketaatan kepada Allah ﷻ adalah rezeki yang sering kita mohon kepada Allah paska melaksanakan shalat.

10. Bulan Kedermawanan

Dalam hadits Salman al-Farisi di atas juga disebutkan:

شهر المواساة

"Bulan kedermawanan."

Dapat disebut seperti ini karena kita dapat merasakan sendiri kedermawanan umat Muslim, dengan sedekah maupun sumbangan yang dikeluarkan untuk orang lain. Kata المواساة dalam kamus bermakna juga pelipur lara, artinya bulan Ramadhan adalah pelipur lara bagi umat Muslim.


(Amien Nurhakim)

Bersambung...