NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cegah Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan dengan Bom Air

Selasa, 05 Juni 2018 23:30 Lingkungan

Bagikan

Cegah Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan dengan Bom Air
Ilustrasi (bisnis.com)
Jakarta, NU Online
Pelaksanaan Asian Games 2018 semakin dekat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya meminimalisasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Water bombing menjadi salah satu alternatif untuk memadamkan titik-titik yang berpotensi menimbulkan karhutla.

“Total sudah 6.581.400 liter air di jatuhkan di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan,” tulis rilis KLHK pada Ahad (3/6).

Provinsi Riau meliputi Kabupaten Meranti, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir dan Kota Dumai menjadi penerima bom air terbanyak, sekitar 99 persen. Sisanya, 15.000 liter, dijatuhkan di Kabupaten Muba dan Banyuasin Sumatera Selatan.

Riau dan Sumatera Selatan dipilih untuk dilakukan pengeboman air sebagai upaya dini guna mencegah meluasnya karhutla. Sebab, luasnya lahan gambut di wilayah tersebut rentan menimbulkan bencana kabut asap jika terbakar. Hal ini juga, lanjut rilis tersebut, sebagai antisipasi bencana asap menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 yang dihelat salah satunya di Kota Palembang Sumatera Selatan.

"Kebakaran pada gambut sangat berpotensi menimbulkan kabut asap, sehingga kondisi ini harus segera ditangani dengan cepat. Respon yang cepat dari tim gabungan akan meminimalisir meluasnya karhutla dan timbulnya kabut asap”, ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan.
 
Pelaksanaan kegiatan water bombing, kata Raffles, dilakukan dengan helikopter atas kerjasama seluruh stakeholder terkait. Total ada 17 helikopter water bombing tersebar di empat provinsi yang telah menetapkan status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap akibat Karhutla 2018, yakni Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
 
"Segala bentuk kegiatan penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama baik aparat, perusahaan-perusahaan pemilik konsesi, maupun masyarakat,” tandasnya.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ali Yusuf menyatakan kesiapannya membantu pemerintah jika memang diperlukan guna melakukan pencegahan karhutla.

“Jika diperlukan, LPBINU siap membantu Pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan,” tuturnya kepada NU Online beberapa waktu lalu. (Syakir NF/Mahbib)