::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Tak Bermaksud Membunuh, Irfan Minta Maaf ke Keluarga Begal

Jumat, 08 Juni 2018 13:15 Nasional

Bagikan

Tak Bermaksud Membunuh, Irfan Minta Maaf ke Keluarga Begal
M. Irfan Bahri (Dok. Indopos)
Jakarta, NU Online
Muhammad Irfan Bahri (20), alumnus Pesantren Darul Ulum, Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta maaf kepada keluarga begal yang terbunuh olehnya dengan terbata-bata sembari meneteskan air mata. 

“Kepada pihak korban yang meninggal atau yang masih ada di kantor polisi, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya tidak bermaksud untuk membunuh,” kata Irfan dalam Program AIMAN episode Bimbang, Status Korban Begal yang tayang di Kompas TV, Senin (4/6).

Irfan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah diajarkan guru-guru pesantrennya untuk mempunyai rasa dendam. "Saya di pondok diajari bukan untuk membenci atau dendam, tetapi saya diajari untuk rendah hati dan tetap punya harga diri,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Irfan mengaku akan mendoakan keluarga begal sekalipun dirinya pulang ke pesantrennya, di Madura.

“Jadi saya pasti akan mendoakan pihak keluarga yang meninggal itu, meskipun saya pulang ke Madura,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Irfan dan sepupunya, Ahmad Rofik menjadi korban dua begal saat keduanya sedang menikmati pemandangan di jembatan layang Summarecon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/5) itu.

Handphone Rofik dirampas, sementara Irfan dibacok. Irfan yang mempunyai keterampilan silat tidak tinggal diam, saat dirinya akan dibacok kembali, ia melawan balik. Duel antara Irfan dan dua begal terjadi hingga ia berhasil merebut celurit milik pelaku dan membacok kedua pelaku begal. Dua begal menyerah dan handphone kembali ke tangan Rofik.

Akibat kejadian itu, Irfan menerima enam luka karena sabetan celurit pelaku dan puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari, dan pipi. 

Sementara kedua pelaku begal, Aric Saifulloh meninggal dunia akibat sabetan celurit dan Indra Yulianto mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan dari RS Anna Medika, kemudian dipindhakan ke RS Kramat Jati.

Irfan tidak menyandang status tersangka meskipun salah satu begal terbunuh. Status Irfan adalah bela paksa dan secara hukum tidak dipidana karena hanya berusaha membela diri. Sebaliknya, Irfan dan Rofik mendapat penghargaan dari Polres Bekasi Kota karena tindakannya dianggap membantu polisi memberantas kejahatan.

"Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuannya melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan main-main, ini perampokan," kata Kapolres Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/5). (Husni Sahal/Fathoni)