::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

HPN: Di Bidang Teknologi, Pengusaha NU Bisa Akses Eropa, Jepang dan AS

Ahad, 10 Juni 2018 21:31 Nasional

Bagikan

HPN: Di Bidang Teknologi, Pengusaha NU Bisa Akses Eropa, Jepang dan AS
Ketum PP HPN Abdul Kholik
Jakarta, NU Online
Bidang teknologi juga menjadi garapan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) untuk mengumpulkan para pengusahanya yang bergerak di bidang tersebut. Saat ini beberapa pengusaha NU di bidang sistem informasi di antaranya tersebar di Inggris Raya.

Terkait usaha di bidang teknologi ini, Ketua Umum Pengurus Pusat HPN Abdul Kholik menegaskan, pasar teknologi Eropa dan Amerika Serikat bisa bisa diakses sebagai wilayah dengan perkembangan teknologi yang pesat. Begitu juga negara Jepang.

“Dari kacamata sains dan teknologi, di mana sains dan teknologi itu berpengaruh besar terhadap keberhasilan bisnis yang berkarakter Hi Tech, kiblat pada Eropa dan Amerika itu penting,” ujar Abdul Kholik kepada NU Online pekan lalu.

Menurutnya, para pengusaha Nahdliyin perlu meng-update akses-akses atau progres-progres teknologi yang Eropa dan Amerika miliki sehingga kita tidak ketinggalan informasi.

“Saya sendiri misalnya di bidang tenaga surya, itu paling tidak mengunjungi pameran di Eropa dua tahun sekali, ke Amerika juga dua tahun sekali. Itu bukan untuk jalan-jalan, tetapi untuk meng-update produk terbaru maupun teknologi terbaru. Dan itu sudah saya jalani selama 10 tahun. Karena kiblat-kiblat industri saya itu ada tiga, Amerika, Eropa, dan Jepang,” urainya.

Tiga negara itu, lanjutnya, perlu dikunjungi secara bergantian, lihat pameran-pameran, perkembangan teknologi, produk-produk solution yang terbaru. Sehingga ketika pengusaha NU di sini berkompetisi dengan pemain asing, atau dengan pemain lokal sekalipun, tidak akan kalah.

“Kita punya wawasan dan punya understanding yang baik tentang teknologi terkini. Jadi itulah pentingnya HPN membentuk jejaring pengusaha internasional,” jelas Abdul Kholik.

Jadi menurutnya, jaringan ke luar negeri tidak hanya dilihat dari kacamata jalan-jalannya, tetapi juga dilihat dari kiblat teknologi maupun produk-produk terkini, pengusaha Nahdliyin perlu mengakses negera-negara tersebut.

Terkait membentuk jaringan pengusaha NU di luar negeri, selain membentuk Duta HPN untuk Eropa, kata Kholik Amerika menjadi next target. Kalau Jepang nanti langsung dibentuk PCP HPN.

“Kalau yang skupnya masih negara kita bentuk PCP, tetapi kalau skupnya region kita pakai pendekatan Duta. Seperti di Afrika nanti kemungkinan kita Duta dulu,” tandas Kholik. (Fathoni)