::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pasukan Koalisi Saudi-Houthi Bertempur di Hodeibah, 4 Tewas

Kamis, 14 Juni 2018 18:00 Internasional

Bagikan

Pasukan Koalisi Saudi-Houthi Bertempur di Hodeibah, 4 Tewas
Militan Houthi. Foto: Stringer
Aden, NU Online
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan kota ke Hodeibah, kota pelabuhan utama Yaman, pada Rabu, (13/6). Pertempuran tersebut berlangsung di dekat bandara Hodeibah dan al-Durayhmi, daerah pedesaan 10 kilometer selatan kota. 

Koalisi memutuskan menyerang Hodeibah setelah kelompok Houthi tidak kunjung meninggalkan kota pelabuhan itu.

Empat tentara Uni Emirat Arab (UEA) tewas dalam pertempuran tersebut. Dikutip dari Aljazeera, keempat tentara tewas tersebut adalah Khalifa Saif Said al-Khatri, Ali Mohammed Rashed al-Hassani, Khamis Abdullah Khamis al-Zayudi, dan Obeid Hamdan Said al-Abdouli. 

Pertempuran antara koalisi negara-negara Arab pimpinan Saudi dengan kelompok Houthi telah berlangsung selama tiga tahun. Kelompok koalisi menyebutkan, tujuan mereka beroperasi di Yaman adalah untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan menggagalkan ekspansionis Iran.

Baca juga: http://www.nu.or.id/post/read/91848/pasukan-koalisi-saudi-serang-pelabuhan-hodeibah-yaman

Koalisi juga berupaya mengusir kelompok Houthi dari Hodeibah karena mereka dituduh melakukan penyelundupan senjata dari Iran.

Sementara itu, kelompok Houthi menyangkal kalau disebut sebagai pion-pion Iran dan melakukan pemberontakan. Mereka menyebutkan bahwa tujuan yang diperjuangkannya adalah untuk memberantas korupsi dan mempertahankan Yaman dari para penjajah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, sedikitnya 250 ribu warga Hodeibah kehilangan banyak hal dan mengalami kesulitan hidup akibat pertempuran yang terjadi di kota pelabuhan itu. (Red: Muchlishon)