NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sebulan Ramadhan Nahdliyin Mimika

Kamis, 14 Juni 2018 16:15 Daerah

Bagikan

Sebulan Ramadhan Nahdliyin Mimika
Mimika, NU Online
Banyak cara dilakukan warga NU untuk mengisi bulan Ramadhan. Kemasan dan cara yang dilakukan unik dan memiliki kekhasan tiap daerah. Nahdliyin Mimika Papua yang tergabung dalam Jama'ah Istighatsah an-Nahdliyyah memiliki cara unik dalam mengisinya melalui Bu Isti atau Buka Puasa Bersama dan Istighatsah.

Program ini dimulai Selasa (15/5) bakda Isya di Masjid An-Nur, Soponyono, SP4 Kampung Wonosari Jaya dengan mengadakan Megangan dan Istighatsah. Diiringi curahan hujan, acara dimeriahkan dengan lantunan shalawat oleh Grup Shalawat An-Nur sambil menunggu kehadiran para jamaah dari Kadun Jaya, Mwuare, dan Wanagon

Bu Isti kemudian digelar di Masjid Darul Muttaqin, TSM, Kampung Karang Senang hari Kamis (17/5). "Kita melakukan Istighatsah an-Nahdliyyah ini tidak harus menunggu jamaah banyak. Jsteru jumlah banyak itu berawal dari sedikit. Tidak ada sesuatu yang besar kecuali berasal dari yang kecil. Tantangan kita adalah melakukan Istighatsah an-Nahdliyyah ini secara istiqamah sehingga memiliki dampak yang nyata," urai wakil ketua PCNU Mimika Sugiarso saat menyampaikan pesan oembukaan istighatsah

Bu Isti yang kedua dilakukan di Masjid Al-Ikhlas SP2, Lampung Wanagon pada Sabtu (19/5). Hadir dalam acara ini jamaah Istighatsah an-Nahdliyyah Serui Mekar, Al-Fattah, dan Jama'ah Tabligh yang sedang khuruj ke masjid ini. Acara dimeriahkan dengan penampilan Remaja Masjid pimpinan Hj Asmawati dan Ustadz H Fadlan yang membawakan lagu Shalawat Badar

Bu Isti yang ketiga ditempatkan di Masjid Nurul Hikmah pada Sabtu (26/5). Hadir dalam acara ini Danramil Mimika, Kol Heru, Takmir Masjid Al-Ikhlas, KM10,  dan jamaah setempat. Kembali Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso mengajak jamaah untuk tetap setia ikut NU.

"Berita sekarang sedang ramai tentang bom bunuh diri di Surabaya yang katanya mati di jalan Allah. Bagi kita itu bukan mati di jalan Allah, tapi mati di jalan Majapahit. NU mengajarkan Islam yang ramah dan rahmatan lil alamin," terang Sugiarso.

Acara dilanjutkan dengan cangkrukan ke-NU-an hingga larut malam dengan menu belut dan tumis genjer

Bu Isti selanjutnya dilakukan di Masjid Al-Ikhlas KM10 pada Sabtu (2/6). Hadir dalam acara ini jamaah istighatsah an-Nahdliyyah Kampung Mwuare dan Mapuru Jaya. "Mari kita kuatkan jamaah dengan berdzikir dan silaturahim untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat," urai Ust Hasyim Asy'ari dalam ceramahnya

Bu Isti selanjutnya dilakukan di Masjid Al-ihsan, Jl Henggi, Timika pada Sabtu (9/6). Hadir dalam acara ini jamaah Istighatsah an-Nahdliyyah SP2, perwakilan Kemenag Mimika Arif Widiyanto, serta jamaaah kota Timika.

Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso menerangkan bahwa kita ini terlalu terlena dengan urusan harta benda. "Dari pagi hingga malam kita cari nafkah hingga terlena untuk meminta solusi dan terkabulnya hajat. Istighatsah an-Nahdliyyah  sarana kita mengadu kepada Allah dan sarana komunikasi antar jama'ah," terangnya.

Acara terakhir berupa malam pitulikuran (malam 27) untuk menyambut Lailatul Qadar dan pembukaan Istighasah pada Senin (11/6), setelah isya di Masjid Muhajirin SP1. Hadir dalam acara ini jamaah dari mushala di area SP1.

H Bahroni selaku Katib Syuriyah PCNU Mimika memimpin acara munajat. Dalam acara pembukaan Istighatsah an-Nahdliyyah ini, Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso menyampaikan untuk melakukan perbaikan diri.

"Bapak ibu jauh datang ke sini tentu untuk memperbaiki nasib. Namun jika cara hidup kita sama saja antara sebelum ke sini dengan sesudah tentu sulit untuk menjadi lebih baik. Untuk itu kita ubah caranya agar bisa lebih baik, semula tidak shalat jama'ah kita ubah dengan rajin jamaah, semula tidak Istighatsah kita ubah dengan rajin Istighatsah," terang Sugiarso. (Red: Kendi Setiawan)