::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Makanan Khas Tanah Air Pelipur Rindu Kala Idul Fitri di Suriah

Senin, 18 Juni 2018 08:00 Internasional

Bagikan

Makanan Khas Tanah Air Pelipur Rindu Kala Idul Fitri di Suriah
Damaskus, NU Online
Idul Fitri merupakan waktu yang demikian istimewa. Berbagai cara dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diterima, serta berbagi bahagia dengan orang sekitar.

Sama halnya dengan di Indonesia, Idul Fitri di Damaskus, Suriah tahun ini jatuh pada Jumat (15/6). Kedutaan Besar Republik Indonesia Damaskus mengadakan Shalat Id bagi seluruh masyarakat Indonesia di Damaskus. Kegiatan dimulai pukul 07.15 dan dipimpin oleh Imam, Ustad Sholihuddin Muid. 

Seusai pelaksanaan shalat Id, para jamaah mendengarkan khutbah dari Ustadz Henri Toga Sinaga yang mengupas makna kebahagiaan menurut agama. Pembahasan lebih ditekankan terkait dengan makna Idul Fitri. Bahwa puasa sudah selayaknya dapat meningkatkan kedekatan diri hamba kepada Allah SWT.


"Hendaklah puasa Ramadhan dapat meningkatkan amal baik, ibadah dan keimanan kita dengan menggunakan nikmat Allah sebagai ungkapan rasa syukur,” kata Ustadz Henri.


Usai khatbah, acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Dan selang berikutnya duta besar dan ibu berkenan mengadakan open house yang diisi dengan acara makan bersama. 

Masyarakat pun menikmati hidangan yang telah disediakan. Masakan khas lebaran Indonesia seperti nasi lontong (ketupat), opor ayam, sambal goreng ati, sate kambing dan ayam, dan lain-lain. Ini cukup membalas rindu akan kuliner tanah air. 


Sekitar 100 orang terdiri dari staf KBRI, pelajar, para TKI yang berada di shelter serta sejumlah masyarakat Suriah memadati wisma duta yang berlokasi di wilayah Ya'four, Damascus Countryside.  

Suasana lebaran berlangsung hangat dan penuh keakraban. Masyarakat pun menambah kemeriahan dengan berfoto bersama keluarga maupun rekan-rekannya untuk mengabadikan  momen setahun sekali tersebut. (Amiruddin Thamrin/Ibnu Nawawi)