::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Sholah: Mencari Ilmu Jangan Ingin Terkenal

Rabu, 04 Juli 2018 21:15 Nasional

Bagikan

Gus Sholah: Mencari Ilmu Jangan Ingin Terkenal
Jombang, NU Online
KH Salahudin Wahid menyoroti karakter manusia modern yang kurang cocok dengan ajaran Islam dan anjuran para ulama terdahulu. Hal ini menjadi masalah serius yang perlu diperhatikan semua kalangan.

Gus Sholah sapaan akrabnya mengambil contoh kerusakan perilaku pada generasi terbaru terletak pada cara mereka mencari ilmu. Mencari ilmu di zaman now lebih pada harapan untuk mencari uang, kedudukan dan ingin menjadi tersohor.

"Menjadi masalah kita saat ini adalah akhlak. Saya ingat pesan KH Hasyim Asy'ari, akhlak dalam mencari ilmu tidak boleh niat cari uang, jabatan dan ingin terkenal," jelas Gus Sholah pada pengajian kitab KH Hasyim Asy'ari berjudul Bahjatul Mahafil dan Adabul Alim Wal Muta'allim bersama Habib Umar bin Hafidz dari Tarim, Rabu (4/7).

Putera KH Wahid Hasyim ini menjelaskan niat yang bagus bagi pencari ilmu adalah mencari ridla Allah SWT dan bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Niat tersebut tidak hanya untuk mencari ilmu agama, tapi berlaku pada semua ilmu yang dipelajari.

"Santri yang baik adalah santri yang bisa mengamalkan ilmunya ketika keluar dari pesantren. Dan hal utama dari Islam dan pesantren adalah akhlak," katanya.

Gus Sholah menjelaskan, Kiai Hasyim adalah seorang panutan yang produktif dan memiliki banyak karya. Kitab Adabul Alim Wal Muta'allim salah satu kitab Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari yang hingga kini dikaji di pesantren Tanah Air bahkan hingga luar negeri.

"Dulu ngaji kitab ini dengan model yang sama dilaksanakan di PBNU pusat. Ke depan, kitab ini akan dibacakan dari pesantren ke pesantren dan kantor NU. Salah satu yang sudah siap yaitu PCNU Surabaya," pungkas Gus Sholah. (Syarif Abdurrahman/Ibnu Nawawi)