::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pesan Moral GP Ansor Kota Bekasi untuk Masyarakat

Selasa, 10 Juli 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Pesan Moral GP Ansor Kota Bekasi untuk Masyarakat
Sekretaris PC Ansor Kota Bekasi, Hasan Muhtar (kiri)
Bekasi, NU Online
Ketidakmampuan akan terus menenggelamkan diri dalam keterpurukan, apabila tidak lakukan introspeksi dan selalu merasa iri terhadap kemajuan, keberhasilan, dan bahkan prestasi orang lain.

"Pesan moral itu, mengingatkan bahwa kita terkadang terlalu sibuk memikirkan pribadi orang lain, hingga tanpa sadar mengabaikan kualitas pribadi kita sendiri," kata Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi, Hasan Muhtar, kepada NU Online, Senin (9/7).

Pada dasarnya, penggerak kaum muda di Bekasi Utara ini menambahkan, alur kehidupan seperti memaksa seseorang untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri di setiap perjalanan waktu.

"Misal sejak dilahirkan, kita terus berproses meningkatkan kualitas pribadi dari tidak bisa bicara hingga lancar beretorika. Dari tidak bisa berjalan hingga mampu berjalan, setelah itu berlari, melompat, dan terus berkembang hingga dewasa bahkan sampai akhir hayat kita," tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa dalam setiap proses perjalanan, seorang manusia tidak bisa sendiri. Akan tetapi membutuhkan orang lain di sekitar untuk berinteraksi dan berproses mengembangkan kualitas diri. "Kualitas pribadi seseorang juga dipengaruhi dari pergaulan dan lingkungan sekitar. Karena itu, setiap individu manusia akan berbeda karakter dan kemampuannya," tukas pria yang akrab disapa Bang Hasan.

Ia menegaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya sudah ditentukan porsi perannya masing-masing dalam kehidupan. Hampir dapat dikatakan, porsi itu tidak akan sama satu sama lain.

"Kita hidup berdampingan satu sama lain, manusia hidup saling membutuhkan dan saling keterkaitan. Kita seharusnya saling menguatkan, bukan justru saling melemahkan," pungkas pemuda Kota Bekasi yang gemar bersepeda ini. (Aru Elgete/Muiz)