::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menjadi Santri Adalah Anugerah

Selasa, 10 Juli 2018 20:30 Daerah

Bagikan

Menjadi Santri Adalah Anugerah
Santi Pesantren Al-Hamidiyah Depok
Depok, NU Online
Pengasuh Pesantren Al Hamidiyah Depok Jawa Barat, KH Ahmad Zarkasi, mengatakan menjadi santri merupakan suatu anugerah dari Allah swt.

"Oleh karena itu, seorang santri harus menjadi insan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa," kata Kiai Zarkasi pada pembukaan Masa Ta'aruf Santri Madrasah (Mastama) Al-Hamidiyah Depok, Jawa Barat, Senin (9/7).

Menjadi santri yang diawali dengan Mastama menurut Kiai Zarkasi adalah hal yang sangat positif dan harus diikuti oleh semua santri.

Pengajar Pesantren Al-Hamidiyah, Ustadz Abdul Mun’im, mengatakan pada momentum Mastama para santri menguatkan niat untuk menjadi santri NU. Artinya juga menjadi santri Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Mastama merupakan kegiatan pertama yang digelar oleh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah pada awal tahun pelajaran 2018/2019. Pembukaan Mastama ini dihadiri oleh Dewan Asatidz dan Asatidzah.

Mastama bertema Membangun Generasi Milenial yang Berakhlak, Independen dan Berprestasi dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Mastama diikuti oleh ratusan santri putra dan putri. 

(Baca: Menjadi Pelajar Sejati)

Raungan bunyi sirine mengiringi empat perwakilan guru yang melepaskan burung dara secara simbolis. Hal tersebut mengandung filosofis bahwa santri saat ini harus memasuki pesantren demi menguatkan kedua sayapnya, yaitu menguatkan pikiran dan membersihkan hati. Tujuannya agar kelak menjadi insan merdeka yang menebarkan ilmu yang berkah ke segala penjuru dunia. 

Upacara Mastama diakhiri dengan membacakan Alfatihah bagi pendiri pesantren, yakni almaghfurlah KH Achmad Sjaichu. Juga dipanjatkan doa keselamatan serta kesuksesan bagi seluruh pengajar dan santri Pesantren Al-Hamidiyah. (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)