: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Membangun Literasi Islam Santun dan Toleran dalam Diri Siswa

Kamis, 12 Juli 2018 09:15 Daerah

Bagikan

Membangun Literasi Islam Santun dan Toleran dalam Diri Siswa
Klaten, NU Online
Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN) IAIN Surakarta mengadakan pelatihan dengan tajuk Literasi Media Sosial bagi siswa-siswi MAN 2 Boyolali, Selasa (10/7) lalu. 

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan LISAN Santri Camp beberapa bulan lalu yang bertempat di Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah.

Program-program LISAN (Literasi Islam Santun dan Toleran) salah satu fokusnya adalah pelatihan dan diseminasi pesan-pesan Islam yang ramah dan santun yang menyasar siswa-siswi Madrasah di wilayah Solo Raya.

Kegiatan ini merupakan kerjasama PKPPN IAIN Surakarta dengan Wahid Foundation serta didukung oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI.

Dalam acara ini, salah seorang peserta Lisan Santri Camp yang merupakan siswa dari MAN 2 Boyolali berbagi pengalaman tentang apa yang mereka peroleh dari kegiatan LISAN, yakni tentang proses kreatif dalam menyeleksi, memfilter dan memproduksi konten-konten positif di media sosial. Duta LISAN ini didampingi oleh tim dari PKPPN.

KH M. Fuad selaku kepala Sekolah MAN 2 menyambut baik kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa sudah seharusnya pesan-pesan Islam yang wasathiyyah (moderat) itu disebarkan di masyarakat awam yang kadang-kadang dimasuki oleh kelompok aliran Islam radikal yang tidak ramah terhadap perbedaan. 

Pelatihan ini berlangsung dari jam 08.30-12.00 dengan pemateri dari Duta LISAN dan didampingi oleh Tim PKPPN IAIN Surakarta. Nurma dan Wahyu, yang merupakan Duta LISAN sekaligus siswa MAN 2 Boyolali banyak bercerita tentang proses kreatif bagaimana membuat konten positif di media sosial serta pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan di LISAN Santri Camp. 

Di akhir acara, Arina Rohmatika—selaku pendamping Duta LISAN—memberikan rambu-rambu dasar dalam bermedsos dengan bijak. Menurutnya, ada lima hal yang harus dimiliki oleh semua orang yang ingin aktif di media sosial.

“Di antaranya adalah: think before typing (pikirkan baik-baik sebelum mengetik), cek ulang informasi sebelum share, hindari konten SARA, menahan diri (tidak mudah terprovokasi), tebarkan ucapan dan sharing kebaikan nan santun,” jelas Arina.

Acara ini diakhiri dengan testimoni dari siswa MAN 2 Boyolali. Nurma Avitasari salah seorang peserta workshop ini menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan sebagai bekal bagi siswa dalam bermedsos dengan baik dan bijak. (Red: Fathoni)