::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketika Seorang Petani Bertanya tentang Islam Nusantara

Kamis, 12 Juli 2018 14:30 Nasional

Bagikan

Ketika Seorang Petani Bertanya tentang Islam Nusantara
Ilustrasi petani (ist)
Jakarta, NU Online
Islam Nusantara yang merupakan tipologi atau karakter khas Islam di Indonesia perlu dipahami secara sederhana oleh masyarakat. Karena secara umum, prinsip maupun ajaran inti syariat Islam dalam pemahaman Islam Nusantara sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad karena ia hanya tipologi, bukan aliran dan semacamnya.

Pemahaman sederhana tersebut juga berusaha disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor KH M. Luqman Hakim. Ia mengisahkan ada seorang petani yang bertanya tentang apa itu Islam Nusantara.

Gambaran dialog tersebut Kiai Luqman sampaikan dalam akun twitter pribadinya @KHMLuqman seperti dikutip NU Online, Kamis (12/7). Berikut dialog yang ditulis Kiai Luqman:

"Islam Nusantoro niku nopo, Kiai (Islam Nusantara itu apa, Kiai)?" tanya petani di sebuah kampung.

"Iku lho nek awakmu panen ketelo. Iso dadi telo goreng, kripik, tepung, tape, gethuk, minyak, dadi sembarang (Itu loh kalau kamu panen ketela. Bisa jadi ketela goreng, kripik, tepung, tape, gethuk, minyak, dan jadi apa saja),” jawab kiai.

"Sing mboten nusantoro (yang bukan Nusantara)?" sambung sang petani kembali bertanya.

"Mangan ketelo sak kulite mentah-mentah. Mabuk kabeh. Sebab telo digoreng kuwi bid'ah (Makan ketela sekaligus dengan kulitnya mentah-mentah. Mabuk semua. Sebab menganggap ketela goreng itu bid’ah)," urai sang kiai. (Fathoni)