::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Bu Nyai Sinta: Semoga Dapat Cawapres yang Sayang Sama Bangsa

Kamis, 09 Agustus 2018 15:50 Nasional

Bagikan

Bu Nyai Sinta: Semoga Dapat Cawapres yang Sayang Sama Bangsa
Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid

Jakarta, NU Online

Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mendoakan agar bangsa Indonesia mendapatkan cawapres yang memperhatikan kebutuhan bangsa dan masyarakat. Harapan itu disampaikan di tengah ramainya perebutan calon wakil presiden yang akan mendapingi Jokowi pada Pilpres 2019.

“Saya mendoakan agar yang jadi cawapres adalah orang-orang yang betul-betul amanah, memperhatikan masyarakat, sayang ke masyarakat dan memperhatikan Indonesia dan mempertahunkan keutuhan bangsa dan Negara,” kata Ibu Shinta di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada NU Online saat redaksi berkunjung ke kediamannya di Ciganjur Jakarta Selatan, Kamis (9/8).

Ia mengatakan akan mendoakan yang terbaik untuk kepemimpinan Indonesia terutama lima tahun yang akan datang. “Sebagai ibu yang pernah menjadi ibunya bangsa Indonesia, semuanya saya doakan dan saya dukung. Perkara selanjutnya, apakah doa kita mustajab atau tidak, kita serahkan pada Tuhan,” lanjutnya.

Ia juga berpesan agar pemimpin bangsa memperhatikan kebutuhan warga Nahdlatul Ulama dengan memperbanyak program pengentasan kemiskinan. Menurut Ibu Sinta, program tersebut akan bermanfaat secara langsung kepada warga NU di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kunjungan ini NU Online menyampaikan rencananya menerbitkan buku biografi untuk Ibu Shinta Nuriyah yang langsung ditanggapi secara positif. “Iya, tapi nulisnya yang bener ya,” katanya. (Ahmad Rozali)