::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Gus Mus Jelaskan Ciri-ciri Wali

Kamis, 13 September 2018 04:25 Nasional

Bagikan

Gus Mus Jelaskan Ciri-ciri Wali
Jepara, NU Online
Ada dua cara agar seseorang menjadi seorang wali. Syarat pertama, rabbunallah, mengagungkan Allah sedangkan yang kedua tsummas taqamu, kemudian beristiqamahlah!

Paparan itu dikemukakan Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri dalam Pengajian Umum pada Haul Mbah Muhammad Arif yang dilaksanakan di Masjid Jami Muhamad Arif Dukuh Sendang Sari RW. 01 Desa Banjaran Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Rabu (12/9) siang. 

Syarat berikutnya disampaikan Gus Mus, begitu kiai ini akrab disapa, yakni wala takhafu wala tahzanu. “Jangan takut dan jangan susah,” tandasnya kepada ratusan jamaah yang memadati lokasi pengajian. 

“Susah dengar Dolar naik berarti bukan wali,” seloroh Gus Mus sembari disambut tawa hadirin.

Contoh ketakukan dan kesusahan lain yang diungkapnya saat menjelang tahun politik seperti sekarang ini. “Politisi-politisi kok semakin menjadi-jadi. Tahun politik kok semakin seperti ini keadaannya.”

Atas kondisi itulah pengasuh pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang ini kerap diundang aparat kepolisian untuk mengisi ceramah. Kiai berusia 74 tahun ini juga menegaskan di mana pun berada harus tetap khusyuk. 

“Di Bangsri, Semarang, Jakarta, dan Singapura harus khusyuk. Di masjid Tuhannya Gusti Allah. Di pasar juga Allah Tuhannya, bukan untung,” jelasnya disambut tawa hadirin lagi. 

Dalam pengajian yang juga dimeriahkan grup rebana Polwan Polres Jepara Esthi Bakti Warapsari Gus Mus menegaskan Mbah Arif adalah wali.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak jamaah agar tidak perlu menghiraukan kelompok yang membidahkan Maulid Nabi, haul maupun tradisi Nahdliyin yang lain. 

“Haul tujuannya mengingat Mbah Arif. Mbah Arif sudah wafat tapi saya meyakini orang baik. Karena mengajak orang untuk masuk surga,” tandas Gus Mus. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)