::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Digitalisasi Manuskrip Menjaga Kelestarian Informasi Naskah

Kamis, 13 September 2018 06:00 Nasional

Bagikan

Digitalisasi Manuskrip Menjaga Kelestarian Informasi Naskah
Kuningan, NU Online
Indonesia kaya akan manuskrip. Namun, kondisinya saat ini beragam, ada yang sudah rusak memprihatinkan, meski ada juga yang masih baik. Agar informasi yang terkandung dalam naskah tersebut tetap terjaga, perlu adanya digitalisasi.

"Upaya pelestarian naskah melalui digitalisasi (itu) menjaga kelestarian informasi yang ada dalam naskah itu," kata Adib Misbahul Islam, dosen filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat memberikan penjelasan mengenai pentingnya digitalisasi kepada sivitas akademika jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, di Al-Fattah Institute, Lengkong, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan, banyak informasi yang bisa digali dan dieksplorasi dari naskah kuno tersebut. Ia mencontohkan bahwa di Kuningan terdapat manuskrip kitab Kifayatul Awam. Hal ini, menurutnya, menjadi tanda bahwa kitab tersebut sudah dipelajari masyarakat Kuningan sejak dulu, meskipun entah saat ini masih dipelajari atau tidak.

Ia mengatakan menemukan kitab Tanbih Almasyi karya Syekh Abdurrauf Singkel. Hal tersebut, katanya, menandai adanya hubungan antara Kuningan dengan daerah lain.

Selain itu, jika sudah didigitalkan, naskah bisa diakses siapa saja dan kapan saja. Proses ini juga untuk mengadakan back up data atas naskah yang sudah didigitalkan. Kalaupun nantinya ada hal-hal yang tidak diinginkan terhadap naskah, informasi yang ada naskah sudah tersimpan dalam bentuk digital tersebut.

"Tsunami korbannya bukan hanya manusia, tapi juga naskah," terang alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri itu mencontohkan.

Upaya pelestarian informasi dalam naskah juga bisa dilakukan melalui penelitian. "Dengan adanya riset naskah dengan sendirinya menjaga," katanya.

Hasil digitalisasi yang bisa diakses secara daring, katanya, mempermudah siapapun yang ingin meneliti. Sebab, pendigitalan naskah itu tidak hanya memotret saja, tetapi juga memberikan deskripsi naskah secara utuh.

"Digitalisasi naskah punya kontribusi penting dalam membangun infrastruktur riset," pungkasnya.

Adib dan Tim Digital Repository of Endagered Manuscript of Southeast Asia (Dreamse) saat ini tengah mendigitalkan ribuan halaman naskah kuno yang berada di Kuningan, Jawa Barat. (Syakir NF/Kendi Setiawan)