::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ketua Ansor Lampung: Menjadi Kader Harus Total

Sabtu, 15 September 2018 09:00 Daerah

Bagikan

Ketua Ansor Lampung: Menjadi Kader Harus Total
Pringsewu, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pringsewu, Propinsi Lampung menyelenggarakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) angkatan VIII. Ada ratusan peserta yang mengikuti kegiatan ini.

“Para peserta merupakan calon anggota Ansor, Barisan Ansor Serbaguna atau Banser dan Detasemen Wanita Banser (Denwatser) dari zona utara,” kata Hidir Ibrahim, Jumat (14/9). Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Adiluwih, Sukoharjo, Banyumas, Pagelaran Utara dan beberapa peserta dari kabupaten lain di luar Pringsewu, lanjutnya . 

Kegiatan berlangsung selama tiga hari yaitu sejak Jumat hingga Ahad (14-16/9) di Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih.

Selama pelaksanaan DTD, calon anggota Ansor, Banser dan Denwatser dibekali materi seputar NU, Ansor, dan pendidikan dasar Banser. “Juga digembleng mental serta fisiknya oleh para instruktur guna menjadi kader militan,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Propinsi Lampung ini.

Hidir Ibrahim menyampaikan bahwa program DTD adalah bagian dari upaya mencetak kader Ansor dan Banser yang mempunyai mental dan karakter kuat. “Untuk mengabdi dan berjuang menjaga akidah Ahlussunah wal Jamaah an- Nahdliyah, menjaga para kiai dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urainya.

Bahkan dalam sambutannya, Hidir menegaskan bahwa menjadi kader haruslah total, tidak boleh setengah-setengah. "Menjadi kader Ansor dan Banser haruslah total, jangan setengah-setengah. Kalau setengah-setengah, maka berjuangnya juga akan setengah-setengah,” jelasnya.

Dirinya mengajak para peserta bangga menjadi kader Ansor dan Banser. “Karena dengan menjadi kader maka Insyaallah keberkahan akan kita dapatkan seperti yang telah dijaminkan oleh para alim ulama dan kiai kita,” imbuhnya. 

Terkait makin maraknya hoaks di media sosial dewasa ini, Hidir juga meminta kader Ansor dan Banser harus multi-talenta. Contoh, sebagai kader Ansor dan Banser harus bisa juga menguasai teknologi informasi guna menangkal dan melawan hoaks yang bertebaran di media sosial.

Di akhir sambutannya, Hidir secara resmi menyematkan tanda peserta sebagai tanda dimulainya kegiatan DTD. (Henudin/Ibnu Nawawi