::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Wali Kota Pariaman Dukung Kirab Satu Negeri di Pariaman

Selasa, 25 September 2018 09:00 Daerah

Bagikan

Wali Kota Pariaman Dukung Kirab Satu Negeri di Pariaman
Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman (baju biru)
Pariaman, NU Online
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman siap mendukung pelaksanaan Kirab Satu Negeri (KSN) yang digelar Gerakan Pemuda Ansor. Sebelumnya, informasi yang diterima memang ada yang pro dan kontra terhadap pelaksanaan KSN.

Demikian diungkapkan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, ketika menerima rombongan KSN GP Ansor di Pendopo Walikota Pariaman, Senin (24/9).

Menurut Mukhlis, meski ada pro dan kontra terhadap KSN, secara langsung belum mengetahui bagaimana KSN tersebut. Supaya tidak timbul fitnah, belum bersikap jika belum melihat langsung apa yang dilaksanakan KSN.

"Jadi sebelum menyaksikan rangkaian dan maksud dari KSN, saya tidak mau main larang saja. Saya lihat dulu apa yang dilakukan dengan KSN. Saya belum mau bersikap jika tidak melihat langsung. Makanya saya terima saja saat didatangi pengurus Ansor akan bersilaturrahmi. Bukankah silaturrahmi ini perlu dilakukan," kata Mukhlis.

Lagi pula, kata Mukhlis, yang menolak itu hanya organisasi tertentu saja. Sedangkan pemerintah hingga kini tak satupun yang mengeluarkan larangan terhadap KSN. 

"Mungkin karena tahun politik, fakta di lapangan bisa dibalikkan. Makanya harus hati-hati dalam bersikap. Saksikan dan pelajari terlebih dahulu, tidak main larang begitu saja," katanya.

Menurut Mukhlis, jika dalam pelaksanaannya menyimpang dari peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, saya langsung hentikan. 

"KSN ternyata bela agama, bela bangsa, bela negeri. Itukan tugas mulia. Sehingga tidak ada alasan menolaknya. Mungkin saja paham yang tidak Pancasilais yang menentang upaya mempertahankan Pancasila, NKRI dan Kebinnekaan bangsa Indonesia," tuturnya.

Mukhlis juga mengakui, kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran pejuang-pejuang bangsa, kaum muslim, kalangan pesantren. Wajar kalau Ansor dan santri merasa sangat berkepentingan dengan keutuhan NKRI.

Terkait dengan ziarah ke makam Syekh Katik Sangko di Pulau Angso Duo, Mukhlis menyebutkan, ziarah salah satu bentuk menghormati guru (ulama) yang sudah berjasa dalam pengembangan Islam di daerah ini. Kuburan Syekh Katik Sangko yang juga disebut kuburan panjang di Pulau Angso Duo, adalah pembela Syekh Burhanuddin, ulama yang bermakam di Ulakan.

Usai memberikan sambutan, Mukhlis Rahman menerima bendera merah putih dari Tim KSN Ansor, untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana. Bendera merah putih tersebut dibawa ke pulau Angso Duo dalam kegiatan ziarah ke makam ulama tersebut.

Zeki Aliwardana menyampaikan  empat alasan  mengapa Ansor mengadakan Kirab Satu Negeri (KSN) ini. Pertama, adanya ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah atau merusak konsensus kebangsaan kita. Kedua, adanya ancaman dari pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik dan menjadikan agama sebagai sumber konflik.

"Ketiga, dalam situasi seperti ini, kita sama-sama menyaksikan mayoritas rakyat kita lebih memilih diam. Keempat, dalam skala global, kita juga prihatin atas kondisi negara-negara lain, khususnya dunia Islam, yang saat ini dilanda konflik dan peperangan yang tak kunjung usai," kata Zeki.

Karena itu, kata Zeki, pertama, Ansor ingin Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 tetap kokoh menjadi pengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Kedua, kita ingin agama menjadi rahmah, sumber kasih sayang dan perdamaian, sebagaimana telah dipraktekkan berabad-abad oleh nenek moyang kita. 

"Ketiga, kita ingin semua orang, mayoritas masyarakat yang toleran dan cinta persatuan, berani bersuara, tidak lagi memilih diam. Keempat, kita ingin Indonesia yang majemuk namun hidup rukun dan damai ini menjadi inspirasi dan teladan bagi dunia," pungkasnya. (Armaidi Tanjung/Muiz)