::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Drama Jamal Khashoggi, Jurnalis Asal Saudi yang Hilang di Turki (Bagian III)

Selasa, 09 Oktober 2018 23:30 Internasional

Bagikan

Drama Jamal Khashoggi, Jurnalis Asal Saudi yang Hilang di Turki (Bagian III)
Foto: Ozan Kose/AFP-Getty Images
Istanbul, NU Online
Otoritas Turki meminta pihak Arab Saudi untuk bekerjasama dalam mengungkap hilangnya Jamal Khashoggi (59) di Konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober lalu. Tidak hanya itu, Turki juga akan menggeledah gedung Konsulat Saudi untuk melakukan investigasi.

"Gedung Konsulat (Saudi) akan digeledah dalam kerangka investigasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters, Selasa (9/10).

Aksoy menyebutkan, proses investigasi terkait hilangnya Jamal Khashoggi akan berlangsung secara intensif. Ia juga memastikan, proses penggeledahan Konsulat Saudi tersebut akan mematuhi Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler. Penggeledahan tersebut akan dilakukan jika Saudi memberikan izin karena bagaimanapun Konsulat adalah wilayah kedaulatan Saudi di Turki.


Sebelumnya, Turki telah memeriksa kamera pengawas di sudut-sudut Konsulat Saudi, namun Jamal Khashoggi tidak terlihat keluar dari gedung. Yang ada hanya mobil-mobil yang keluar masuk gedung Konsulat. 

Dari invesitgasi kamera, Turki curiga terhadap dua mobil van. Turki menduga Jamal Khashoggi dibawa keluar dari Konsulat menggunakan mobil tersebut. Sebagaimana dilaporkan Hurriyet Daily News, kedua mobil van itu milik Konsulat Saudi. Salah satunya memiliki kaca jendela yang gelap. 

Dikabarkan bahwa dua mobil van tersebut keluar dari Konsulat dua jam setelah Jama Khashoggi memasuki gedung. Otoritas Turki tidak bisa melanjutkan investigasinya terkait dua mobil van tersebut karena berplat hijau atau memiliki kekebalan diplomatik. 

Baca juga: Drama Jamal Khashoggi, Jurnalis Asal Saudi yang Hilang di Turki (Bagian I)

Turki juga melakukan penyelidikan terhadap 15 warga Saudi yang datang ke Turki pada hari dimana Jamal hilang. 15 warga Saudi tersebut juga masuk keluar ke dan dari gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober. 

Sementara itu, pihak Saudi belum memberikan izin kepada aparat keamanan Turki untuk melakukan pemeriksaan di Konsulatnya.

Pengakuan saksi terakhir yang melihat Jamal

Hatice Cengiz (36) adalah saksi yang terakhir kali melihat Jamal Khashoggi sebelum hilang. Ia merupakan tunangan Jamal yang ikut ke Konsulat Saudi di Istanbul. Hatice tidak diizinkan masuk, sehingga ia menunggu tunangannya di luar gedung Konsulat. 

Pada pukul 13.00 tanggal 2 Oktober, Hatice –yang sengaja tidak masuk kuliah untuk gelar doktornya- menemani Jamal untuk mengurus surat-surat pernikahannya. Ini adalah kunjungan kedua mereka ke Konsulat Saudi. Sebelumnya pada kunjungan pertama, keadaan aman-aman saja. 

Pukul 16.00, Jamal tak kunjung keluar. Hatice mulai panik dan khawatir. Pikirannya sudah melayang kemana-mana. Ia berpikir, pasti ada sesuatu karena tunangannya yang belum keluar. Akhirnya ia bertanya kepada petugas keamanan Konsulat.

“Saat itu, saya mulai bertanya, kemana Jamal pergi?” kata Hatice, dikutip laman The Washington Post, Selasa (8/10).

Setelah bertanya sana-sini, Hatice tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Bahkan, ada seorang yang muncul di pintu masuk gedung Konsulat menyatakan bahwa tidak ada siapa-siapa di dalam gedung.

Hatice akhirnya menghubungi seorang penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagaimana pesan Jamal sebelum hilang. Bahwa jika ada apa-apa, Hatice diminta untuk menghubungi orang tersebut. Hatice juga melaporkan hal itu kepada kepolisian Turki. (Red: Muchlishon)