::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU PEDULI SULTENG

Keceriaan Warga Lolu Terima Bantuan NU Peduli

Rabu, 10 Oktober 2018 21:30 Nasional

Bagikan

Keceriaan Warga Lolu Terima Bantuan NU Peduli
Bantuan NU Peduli di Desa Lolu, Rabu (10/10)

Palu, NU Online
Desa Lolu, sebuah desa di Kecamatan Sigi Biromaru, Kecamatan Sigi, Sulawesi Tengah. Matahari terasa menyengat saat NU Online menuju desa ini, Rabu (10/10) siang.

Dari Pos Utama NU Peduli di Perumahan Tawanjuka Emas, Kota Palu, perjalanan ke Lolu memakan waktu setengah jam. Patahnya tanah dan jalanan akibat gempa akhir September lalu, memperlambat laju kendaraan yang memasuki desa tersebut.

Beberapa kali mobil yang membawa NU Online beserta rombongan NU Peduli Sulteng, harus berjalan perlahan-lahan, melintas di atas jalan yang patah. Patahan jalan terutama karena amblasnya tanah di sekitar ruas jalan.

Memasuki ujung desa, suasana terasa sejuk. Sisa hujan sesaat yang terjadi siang itu, mengurangi rasa panas yang menyengat. Tanah dan jalan yang kami lewati juga telihat basah.

Tujuan penyaluran NU Peduli hari itu adalah Pos 7 NU Peduli yang terletak di tengah desa. Tiba di titik yang dituju, Tim NU Peduli dibantu warga setempat segera menurunkan barang-barang bantuan. Tak sedikit anak-anak pengungsian yang membantu menurunkan beras, mi instan dan minyak goreng yang dibawa. Keceriaan dan raut bahagia terpancar dari wajah mereka. 

“Ini sumbangan warga NU Kudus Jawa Tengah yang menyalurkan bantuan melalui NU Peduli Sulawesi Tengah,” kata Idris Akhmadi, relawan NU Peduli.




Imran Latjedi, warga desa setempat mengatakan, di Pos 7 NU Peduli ini, terdapat 230 KK atau 670 jiwa warga pengungsi. Secara keseluruhan, ada tujuh titik pengungsian di Desa Lolu. Warga selain mendirikan tenda pengungsian di dalam desa, juga ada yang mengungsi ke desa lain. Jumlahnya mencapai 1500 orang.

Menurut Imran, akibat gempa bumi terjadi, ada 21 orang yang meninggal di desa ini. Hingga hari ini, warga masih belum beraktivitas. Rusaknya saluran air menimbulkan matinya aliran air yang mereka andalkan untuk mengaliri lahan pertanian.

Siang itu, sebelum Tim NU Peduli meneruskan perjalanan ke titik lainnya, warga kompak meneriakkan, "Terima kasih, NU." (Kendi Setiawan)