::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

‘Game of Thrones’ Jokowi di IMF-World Bank dalam Pandangan Pengusaha Nahdliyin

Jumat, 12 Oktober 2018 17:19 Nasional

Bagikan

‘Game of Thrones’ Jokowi di IMF-World Bank dalam Pandangan Pengusaha Nahdliyin
Jokowi di IMF-World Bank Bali (Foto: detikcom)
Jakarta, NU Online
Tepat sebulan yang lalu pada 12 September 2018 dalam World Economic Forum di Hanoi, Vitenam, Presiden Joko Widodo menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini mengarah pada 'perang tak terbatas' atau 'Infinity War', seperti dalam cerita film besutan Marvel, Avengers: Infinity War.

Dalam film tersebut ada sosok kuat dan perkasa bernama Thanos yang ingin memusnahkan setengah populasi bumi. Jokowi mengatakan ia dan sesama rekan 'Avengers' lainnya siap untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Setelah menganalogikan kondisi ekonomi dunia dengan Infinity War, pada pidato pembukaan The Annual Meetings International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group, Jumat (12/10) di Nusa Dua, Bali, Presiden Jokowi kembali melontarkan analogi. Kali ia mengambil analogi dari film ‘Game of Thrones’ untuk menggambarkan perselisihan negara-negara maju.

Terkait analogi tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Abdul Kholik yang hadir dalam IMF-World Bank sebagai partisipan dari kelompok Civil Society Organization (CSO) menjelaskan bahwa Game of Thrones mengisahkan bersatunya kerajaan-kerajaan untuk mengatasi kerajaan jahat.

“Saya menafsirkannya ada pertarungan banyak negara maju (negara-nergara Eropa, Jepang, dan China) menghadapi kebijakan ‘urakan’ Amerika Serikat yang dapat memicu perang dagang, bergejolaknya nilai mata uang, dan suku bunga,” ujar Abdul Kholik saat dihubungi NU Online, Jumat (12/10).

Dia menyebutkan Turkis sebagai contoh. Ekonomi negeri pimpinan Presiden Erdogan itu sempoyongan karena terdepresiasinya mata uang Turki lebih dari 40 persen. “Saya sepakat semua negara perlu bersatu padu agar AS tidak egois mementingkan ekonominya sendiri. Itu persepsi saya, wallahu'alam bisshowab,” tegas Kholik.

Ia menerangkan bahwa analogi Game of Thrones yang diinginkan pasar ialah Nahdliyin lebih banyak dijadikan sebagai obyek pemasaran produk-produk non-Nahdliyin.

Sebab itu, Kholik mendorong warga NU harus bersatu dan berkomitmen menggunakan produk-produk dari Nahdliyin atau yang dijual melalui pengusaha Nahdliyin.

“Agar benefit terbesar tidak dinikmati non-Nahdliyin yang dapat semakin memperkuat non-Nahdliyin untuk memiliki pengaruh dan menekan Nahdliyin pada sektor kebijakan publik dan ekonomi,” ungkapnya.

Dalam pidatonya di forum yang dihadiri 189 negara peserta itu, Jokowi menyampaikan bahwa hubungan antarnegara maju saat ini sama seperti perselisihan dalam serial televisi Game of Thrones.

Game of Thrones merupakan drama fantasi yang digarap oleh David Benioff dan DB Weiss yang mengisahkan perebutan kekuasaan para raja dan bangsawan.

Di antara lima istilah dalam Game of Thrones yang disebut Jokowi dalam pidatonya ialah The Great House, Great Families, The Iron Thrones, Mother of Dragons, dan Evil Winter. (Fathoni)