::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Dorong Penguatan Regulasi Bagi Guru Terpapar Radikalisme

Ahad, 11 November 2018 04:16 Nasional

Bagikan

Kemenag Dorong Penguatan Regulasi Bagi Guru Terpapar Radikalisme
Direktur GTK Madrasah Suyitno
Bekasi, NU Online
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Suyitno mengatakan, selama ini penelitian menunjukkan bahwa tidak sedikit guru yang terpapar radikalisme. Menurutnya, fakta penelitian ini harus menjadi perhatian bersama bagaimana menyikapinya.

Menurut Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang itu, secara birokrasi tentu harus ada regulasi yang merupakan turunan dari PP Nomor 55 Tahun 2005 agar guru yang terbukti terpapar radikalisme perlu ditindaklanjuti.

“Apakah dalam bentuk teguran, peringatan, pembinaan, hingga penindakan tegas,” ujar Suyitno, Sabtu (10/11) malam dalam seminar Penguatan Pendidikan Karakter, Deradikalisasi, Wawasan Kebangsaan, dan Moderasi Islam di Kota Bekasi, Jawa Barat itu.

Dalam seminar yang dihadiri oleh sejumlah guru madrasah dari berbagai daerah ini, Direktorat GTK Madrasah juga menghadirkan KH Masdar Farid Mas’udi selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

KH Masdar Farid Mas’udi, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menekankan prinsip khaira ummah kepada para guru madrasah dalam seminar tersebut. Menurutnya, prinsip khaira ummah penting dikedepankan sehingga mampu mewujudkan generasi terbaik juga.

Jika ditelaah secara historis menurut Kiai Masdar dalam penjelasannya, umat Islam sebagai umat terbaik baginya sangat logis. Karena Islam merupakan agama samawi yang datang terakhir, yang bisa belajar dari kelebihan sekaligus kekurangan dari agama-agama sebelumnya.

“Menjadi umat terbaik harus dijunjung, idealnya seperti itu. Tetapi belakangan umat Islam justru terlihat sebaliknya,” ujar Kiai Masdar.

Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati setiap 25 November. Kegiatan ini disambung acara jalan sehat sekitar 12.000 guru madrasah di Islamic Center Kota Bekasi.

Jalan sehat akan dimulai dan berakhir di halaman Islamic Center Kota Bekasi. Rute dimulai dari Islamic Center Kota Bekasi menuju Bekasi Cyber Park, kemudian  ke arah Gelanggang Olahraga Kota Bekasi. Rute dilanjutkan melewati Komplek Pemkot Bekasi dan kembali ke Islamic Center.

Puncak peringatan Hari Guru Nasional akan dilaksanakan Kementerian Agama pada 26 November 2018 mendatang di Surabaya, Jawa Timur. (Fathoni)