::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Terkait Pembunuhan Khashoggi, Vila Milik Teman MBS Digeledah

Selasa, 27 November 2018 23:30 Internasional

Bagikan

Terkait Pembunuhan Khashoggi, Vila Milik Teman MBS Digeledah
Foto: Demiroren News Agency/AFP
Termal, NU Online
Polisi Turki menggeledah vila mewah di Desa Damanli, Termal, Yalova, Turki, dalam sebuah penyelidikan yang berkaitan dengan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Vila tersebut milik milik seorang pengusaha Arab Saudi Mohammed Ahmed al-Fawzan yang merupakan teman dekat dari Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS).

Penggeledahan ini dilakukan setelah polisi Turki mendengarkan sadapan telepon. Seperti dilaporkan Anadolu, Senin (27/11), sadapan percakapan telepon tersebut memuat suara al-Fawzan –pemilik vila- dan Mansour Othman M Abahussain, salah satu dari tim khusus Saudi yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Pembicaraan tersebut berisi rencana pembunuhan Khashoggi dan rencana menghilangkan jenazahnya. Diberitakan kalau percakapan tersebut terjadi pada 1 Oktober atau sehari sebelum Khashoggi dihabisi. 

Sebagaimana diberitakan AFP dan DHA, Selasa (27/11), penyelidik memeriksa tiga sumur yang berada di vila tersebut, di samping memeriksa vila yang di dalamnya terpajang foto Muhammad bin Salman. 

Polisi Turki juga memerika vila yang ada di samping vila milik al-Fawzan. Vila kedua ini diidentifikasi milik Omary Tourism Gida.

Polisi Turki mengerahkan anjing pelacak, dua truk kebakaran, dan pesawat tanpa awak untuk mendukung proses penyelidikan tersebut. Menurut laporan kantor berita Anadolu, Gubernur Yalova Muammer Erol mengatakan kalau Kantor Kepala Jaksa Penuntut Umum Istanbul akan merilis pernyataan akhir mengenai penggeledehan tersebut.

Jamal Khashoggi merupakan jurnalis yang banyak mengkritisi kebijakan Saudi, terutama dalam hal kebebasan berpendapat, hak asasi manusia di Saudi, dan keterlibatan Saudi pada Perang Yaman. 

Ia terbunuh saat berkunjung ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengurusi dokumen pernikahannya dengan Hatice, tunangannya asal Turki. Laporan terakhir menyebutkan, Jamal Khashoggi dibunuh oleh tim khusus Saudi yang beranggotakan 15 orang. 

Meski kasus pembunuhan Khashoggi sudah berlangsung sebulan lebih, namun jenazahnya belum ditemukan dan dalang yang memerintah juga belum diketahui. (Red: Muchlishon)