::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Allah Perintahkan Bershalawat, Allah Juga Ikut Bershalawat

Sabtu, 01 Desember 2018 07:00 Daerah

Bagikan

Allah Perintahkan Bershalawat, Allah Juga Ikut Bershalawat
Foto: Ilustrasi (Twitter)
Pringsewu, NU Online
Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia mulia yang dihadirkan Allah SWT di muka bumi ini. Sangat mulianya Rasulullah SAW ini, sampai-sampai Allah SWT sebagai khaliq dari makhluq yang ada di dunia ini pun menyampaikan shalawat kepadanya.

Allah memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat, zakat, dan puasa. Namun Allah tidak ikut melaksanakannya. Namun ketika Allah memerintahkan umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad, Allah juga ikut bershalawat.

Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surat Al Ahzab ayat 56 yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ".

Penjelasan ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Husna, Pringsewu, Lampung KH Abdul Hamid Al Hafidz, Jumat (30/11) menjelaskan tentang kemuliaan Nabi Muhammad, fadhilah shalawat serta hikmah maulid.

"Shalawat menjadi salah satu kunci diterimanya doa kita. Karena setiap berdoa kita dituntun untuk mengucapkan shalawat selain ungkapan hamdalah kepada Allah SWT di setiap mengawali doa," jelas kiai muda yang baru saja meraih gelar doktoralnya dari UIN Raden Intan Lampung ini.

Lebih lanjut Kiai Hamid menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan malaikat untuk selalu memohonkan do’a kebaikan dan memintakan ampun bagi orang yang bershalawat kepada nabi. Terlebih lagi bila membacanya dengan hadirnya hati, pahalanya akan sangat besar.

"Berkah shalawat masalah minggat," tegas pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pringsewu.

Selain menjelaskan tentang fadhilah shalawat, Kiai Hamid juga mengingatkan tentang fadhilah memperingati kelahiran sosok paling mulia di dunia ini. Ia mengingatkan bahwa peringatan maulid merupakan kesunahan yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad sendiri.

"Rasulullah SAW memperingati maulid atas kelahirannya bukan hanya setiap tahun. Setiap pekannya Rasulullah melakukan peringatan maulid dengan berpuasa pada hari Senin, hari kelahiran beliau," katanya.

Hal ini tertuang dalam sebuah hadits saat Nabi Muhammad ditanya oleh sahabat tentang kebiasaan nabi yang berpuasa di hari Senin. Nabi pun menjawab bahwa pada hari Senin lah beliau dilahirkan dan pada hari itu juga beliau mendapatkan wahyu untuk pertama kalinya. (Muhammad Faizin)