Jombang, NU Online
Perjalanan Lembaga Keuangan Mikro Baitul Mal wa Tamwil (BMT) NU Jombang, Jawa Timur, sudah berjalan sesuai dengan perencanaan dan dan prinsip-prinsip lembaga moneter (keuangan). Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Sabtu (18/1).
<>
BMT yang baru dibuka sekitar 7 bulan lalu tersebut, pada awal perencanaan, menargetkan tahun pertama bisa menghimpun dana dari Nahdliyin sekitar 300 juta. Sedangkan saat ini BMT sudah mampu menghimpun aset tetap (fixed asset) sekitar 300 juta dan omset sekitar 700 juta.
Menurut H Khoirul Anam, Direktur BMT NU Jombang, perjalanan BMT NU selama ini memang tidak langsung besar, karena masih membangun kepercayaan. “Kepercayaan terhadap BMT NU dibangun terutama di mata Nahdliyin. Karena dari kalangan Nahdliyin sendiri tidak langsung memiliki kepercayaan terhadap BMTNU. Mereka masih membutuhkan bukti, dan kami coba untuk membuktikan,” kata pria berkumis tersebut.
Lebih lanjut dalam rapat yang dihadiri seluruh pengelola dan wakil dari PCNU tersebut, Anam mengatakan, BMT NU Jombang di samping terus secara mandiri membangun kepercayaan kepada masyarakat, khususnya Nahdliyin, juga berharap PCNU Jombang turut mempromosikan. “Karena tanpa support dari PCNU, maka akan banyak hambatan yang dihadapi,” tegasnya.
Sedangkan menurut H. Hamid Bisri, Pengawas BMT NU Jombang, kondisi keuangan jika dilihat dari laporan yang dikeluarkan lembaga ini sangat sehat. “Hal yang paling mudah melihat sebuah lembaga keuangan sehat adalah dengan membandingkan antara current asset dengan piutang. Jika keduanya berimbang, maka lembaga tersebut bisa dikatakan sehat,” terang pria pemilik Kantor Akuntan Publik tersebut.
Namun Hamid mengatakan, “Jangan terlalu besar mengandalkan struktur di PCNU. BMT NU harus berupaya sendiri dengan cara melakukan silaturrahim secara personal kepada semua pengurus NU atau investor Nahdliyin.”
“Saya sudah melihat lembaga keuangan ini sudah cukup baik, berbeda dengan lembaga-lembaga sebelumnya, hanya show of force, gemebyar, tetapi setelah itu kempis dan hilang. Berbeda dengan BMT NU ini, berjalan pelan tapi pasti dan tidak terlalu gemebyar,” tambahnya. (Mus Abdilla/Mahbib)
Foto: Rapar kerja LPNU Jombang
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Tujuh Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya
2
Khutbah Jumat: Lima Ibadah Sosial yang Dirindukan Surga
3
Khutbah Jumat: Menyambut Idul Adha dengan Iman dan Syukur
4
Pakai Celana Dalam saat Ihram Wajib Bayar Dam
5
Khutbah Jumat: Jangan Bawa Tujuan Duniawi ke Tanah Suci
6
Khutbah Jumat: Merajut Kebersamaan dengan Semangat Gotong Royong
Terkini
Lihat Semua