Daerah

Buku Kumpulan Khutbah Bisnis dan Keuangan Syariah Dikaji di UIN Raden Intan

Sel, 12 Desember 2017 | 16:03 WIB

Bandarlampung, NU Online
Sebagai penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Tetapi sampai saat ini perkembangan ekonomi syariah belum memperlihatkan tren positif. Hal ini terlihat sejak tahun 1994 sampai dengan saat ini, pengguna jasa ekonomi syariah di Indonesia baru mencapai 5 % dari total umat Islam Indonesia.

Fakta ini disampaikan oleh salah satu Dewan Perbankan Syariah Provinsi Lampung Alamsyah saat menjadi keynote speaker pada acara bedah buku Kumpulan Khutbah Bisnis dan Keuangan Syariah kerja sama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung dan MUI Provinsi Lampung di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Selasa (12/12).

Padahal menurutnya, ekonomi syariah sangat penting bagi umat Islam dalam melakukan amaliah perekonomian sehingga sesuai dengan kaidah dan hukum dalam agama. Ketika semua hasil pergerakan ekonomi dilakukan sesuai dengan kaidah syar'i maka tentunya harta yang didapatkan akan berkah.

"Mari Syiarkan Ekonomi Syariah dan Syariahkan Ekonomi Indonesia. Umat Islam wajib kaya. Karena ketika umat Islam tidak menguasai ekonomi ini merupakan sumber kemunduran umat Islam," ajaknya di depan peserta bedah buku yang terdiri dari para Ulama dan pengurus MUI Lampung serta Ormas Islam ini.

Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung ini mengingatkan juga bahwa salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi umat Islam adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Hal ini merupakan target dari pihak luar untuk melemahkan umat Islam.

"Satu keluarga miskin memiliki potensi 10 kali lipat menghasilkan keluarga miskin. Kefakiran akan mampu membuat orang menjadi kufur," tegasnya.

A'wan PWNU Lampung ini mengingatkan agar para kiai lebih concern terhadap permasalahan ekonomi umat dengan memberikan motivasi kewirausahaan sehingga umat mampu lebih baik tingkat ekonominya.

"Setidaknya satu bulan sekali ada materi khutbah Jumat terkait dengan penguatan ekonomi umat. Karena permasalahan dan pembahasan yang dihadapi umat bukan hanya surga, neraka, pahala dan dosa tetapi persoalan ekonomi juga selalu dihadapi dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Selain Alamsyah, ada tiga narasumber lain yang mengisi materi pada acara tersebut. Ketiga pemateri tersebut adalah Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid, dan Pakar Perbankan Syariah Ridwansyah. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)