Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Halaqah Kemasjidan, Takmir Diajak Sadarkan Jamaah Atasi Covid-19

Halaqah Kemasjidan, Takmir Diajak Sadarkan Jamaah Atasi Covid-19
Halaqah Kemasjidan LTM PBNU di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (10/4) mengajak takmir masjid sosialisasikan protokol kesehatan cegah Covid-19. (Foto: istimewa)
Halaqah Kemasjidan LTM PBNU di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (10/4) mengajak takmir masjid sosialisasikan protokol kesehatan cegah Covid-19. (Foto: istimewa)

Pemalang, NU Online
Bulan suci Ramadhan datang sebentar lagi. Namun, Covid-19 belum juga berakhir. Walaupun proses vaksinasi terus berjalan, tetapi masih di permukaan dan belum menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat.


Di perdesaan, vaksinasi tidak sekencang di perkotaan. Pada saat yang sama, masa pandemi Covid-19 yang terlalu lama mengakibatkan masyarakat cuek terhadap bahayanya.


Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin mengatakan hal ini perlu diantisipasi secara serius melalui kampanye penerapan protokol kesehatan selama bulan Ramadhan. Masyarakat harus diingatkan kembali bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan penerapan protokol kesehatan masih wajib diberlakukan.


"Termasuk di musim shalat Tarawih, tetap harus menerapkan protokol kesehatan," kata Ali Sobirin saat Halaqah Kemasjidan di Aula NMI Banyumudal, Moga, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (10/4) sebagaimana rilis yang diterima NU Online.


Halaqah tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan sekaligus mengharap partisipasi seluruh umat Islam, utamanya para takmir masjid agar berperan aktif mengatasi pandemi Covid-19. Kampanye kesehatan adalah salah satu upaya kami untuk mewujudkan masyarakat yang sehat lahir batin. 


"Masjid bertanggung jawab untuk menyehatkan masyarakat, tidak hanya sehat batiniah namun juga sehat jasmaniah. Ini sebagaimana permintaan jamaah dalam doa, salah satunya adalah memohon wa 'afiyatan fil jasad," ujar Also, sapaan akrabnya.


“Di masa pandemi Covid-19 ini, salah satu bentuk kerja yang paling konkret adalah dengan bersama-sama menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas," sambungnya.


Terapkan protokol
Also berharap takmir masjid juga ikut berpartisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitasnya. Utamanya di musim Tarawih, tadarus Al-Qur'an, buka bersama, taklim, dan ibadah lainnya dengan secara ketat protokol kesehatan.


"Seperti tetap menjaga jarak, menggunakan masker, menghindari kontak fisik, rutin melakukan pembersihan masjid seperti lantai, MCK, kran air, dan untuk sementara tidak menggunakan karpet masjid. Takmir majsid perlu mengimbau masyarakat untuk membawa sajadah sendiri dari rumah," bebernya.


Jika protokol kesehatan ini dapat kita lakukan secara baik, bulan Ramadhan akan menjadi keberkahan bagi semua umat. "Dan, kita berdoa semoga Ramadhan ini adalah masa akhir pandemi Covid-19. Kita berdoa semoga pandemi ini segera musnah dari muka bumi," tegasnya.


Acara tersebut terselenggara atas kerja sama LTM PBNU, MTT (Majelis Telkomsel Taqwa), MWCNU Kecamatan Moga, Pesantren Nihadlul Qulub, dan NMI (Nurul Maiyyah Indonesia).


Ketua MWCNU Moga, Pemalang Habib Thoriq Al-Munawwar menerangkan, halaqah tersebut kali kedua dilakukan di Moga dan menjadi keberkahan. Dia berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus digalakkan dengan membahas hal-hal krusial yang dihadapi bersama.


"Dan tentu saja kita berharap halaqah ini memberikan hasil yang dapat kita lakukan sepulangnya dari acara halaqah. Dengan demikian kemanfaatan kita menjadi nyata," ungkapnya.


Prokes 3M
Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang H Mansyur Hidayat mengatakan, masyarakat perlu berpartisipasi menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun.


Menurutnya masjid mempunyai posisi strategis bagi pembangunan. "Kita harus mengisi masjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Jadikan masjid sebagai pusat ibadah dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan. Kita harus menjada masjid dari paham-paham radikal anti-NKRI seperti terorisme," ujarnya.


Pemalang memiliki visi Adil, Makmur, Agamis, dan Aman. "Dan, masjid berperan penting dalam mewujudkan visi pembangunan kita," imbuh Wabup.


Acara halaqah ini didahului dengan pembacaan Simtud-Duror dan diramaikan dengan syair-syair shalawat oleh Fatayat NU Ranting Walangsanga dan Banyumudal, Moga, Pemalang.


Pada acara Halaqah ini LTM PBNU juga memberikan uang motivasi kepada Masjid Baiturrahman Dukuh Kembang Desa Mandiraja Kecamatan Moga atas program takmir dalam pengadaan mobil kesahatan yang sedang dirancang.


Halaqah tersebut terselenggara atas kerja sama LTM PBNU, MTT (Majelis Telkomsel Taqwa), MWCNU Moga, Pesantren Nihadlul Qulub, dan NMI (Nurul Maiyyah Indonesia).


Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×