Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Jadi Kader Inti NU, Ini 3 Kualitas yang Harus Dimiliki IPNU-IPPNU

Jadi Kader Inti NU, Ini 3 Kualitas yang Harus Dimiliki IPNU-IPPNU
Pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII IPNU dan XIV IPPNU DIY. (Foto: Istimewa)
Pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII IPNU dan XIV IPPNU DIY. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KH Ahmad Zuhdi Mudhlor mengatakan bahwa para kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan kader inti dari perkumpulan NU.


Hal tersebut disampaikan dalam Pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII IPNU dan XIV IPPNU DIY di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPM) DIY pada Sabtu (3/9/2022).


Kiai Zuhdi lantas mengharapkan agar para pengurus IPNU-IPPNU sebagai kader inti NU wajib memiliki tiga kualitas. Pertama, kualitas keagamaan. Menurutnya, kader IPNU dan IPPNU harus bisa mengaji dan membaca Al-Qur’an, serta menjalankan wirid dan zikir.


“IPNU-IPPNU tidak boleh alergi dengan wirid-wirid dan zikir-zikir karena itu adalah bagian dari spiritualitas kita,” ungkap Kiai Zuhdi di hadapan kader IPNU-IPPNU se-DIY.


Kedua, kualitas intelektual. Ia menegaskan, IPNU-IPPNU harus memiliki kualitas intelektual. Sebab di era saat ini, kemampuan intelektual sangat dituntut untuk dimiliki anak muda, tak terkecuali kader IPNU-IPPNU.


Ketiga, kualitas kepekaan sosial atau sensitivitas terhadap problem-problem sosial masyarakat. Kualitas kepekaan ini, tegas Kiai Zuhdi, harus dimiliki oleh setiap kader IPNU-IPPNU.


“Jangan sampai kita hanya terketuk hatinya ketika melihat orang berbicara melecehkan tentang agama, tetapi tidak terketuk ketika melihat problem-problem sosial yang mungkin belum bisa dipecahkan,” kata Kiai Zuhdi.


Sebab, menurut Kiai Zuhdi, pemerintah sendiri tentu tidak mampu untuk memecahkan semua permasalahan yang ada di tanah air. Untuk itulah, IPNU-IPPNU dituntut untuk bisa ikut berbicara dan berkiprah dalam rangka ikut mencari solusi terhadap problem-problem sosial yang ada.


“Tiga kualitas ini harus dimiliki oleh IPNU dan IPPNU,” tegas Kiai Zuhdi.


Selain itu, ia menyebut para pengurus IPNU dan IPPNU haruslah berbahagia karena telah berhasil meniti karier dari bawah di dalam perkumpulan NU. Kiai Zuhdi berharap, para pengurus IPNU-IPPNU masa khidmah 2019-2022 yang sebentar lagi demisioner tidak berhenti dalam berorganisasi.


Pengurus IPNU hendaknya dilanjut ke jenjang berikutnya yakni Ansor dan lanjut lagi ke kepengurusan perkumpulan NU. Begitu pula bagi pengurus IPPNU agar melanjutkan jenjang keorganisasian ke Fatayat dan berlanjut ke Muslimat NU.


“Pada saat nanti menjadi pengurus NU atau Muslimat maka akan berkhidmah di NU sebagai NU karier, bukan NU ad hoc. Ini penting, karena orang yang telah meniti karier dari bawah di NU akan lebih merasakan denyut nadi kebutuhan NU,” tuturnya.


Sementara itu, Kasi Guru Bidang Dikmad Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY Edy Purwanto menyebut para kader IPNU-IPPNU adalah anak-anak muda terpilih dan andal. Sebab tidak semua pemuda dan pelajar memiliki karakter baik seperti anak-anak muda NU.


“Kanwil Kemenag siap berkolaborasi, bersinergi, membimbing dan mengawal untuk memajukan dunia pendidikan melalui organisasi IPNU-IPPNU. Ini adalah bentuk kerja sama nyata yang akan memajukan dunia pendidikan, terutama di DIY dan insyaallah di tingkat nasional,” pungkasnya.


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×