Jombang, NU Online
Madrasah Aliyah Unggulan KH Wahab Chasbullah (MAU-WH) mewajibkan siswa-siswinya untuk sholat dluha dan dzuhur berjamaah di madrasah. Kegiatan sholat berjamaah ini juga diikuti dewan keguruan di jam pelajaran pertama dan terahir.
Madrasah yang berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini sejak didirikan hingga kini tampak berupaya keras menjaga tradisi kepesantrenannya.
Seperti diungkapkan Munjidah Wahab, pembina sekaligus pendiri MAU-WH, bahwa tujuan didirikannya lembaga tersebut untuk meneruskan perjuangan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah.
Namun juga Wakil Bupati Jombang ini tak menafikan perkembangan sains dan teknologi belakangan ini, ia juga berupaya mengimbanginya dengan pengetahuan-pengetahuan umum.
"Tujuan utama pendirian MAU-WH adalah meneruskan perjuangan KH Wahab Hasbullah dan menjaga tradisi pesantren serta membekali pengetahuan umum, dengan harapan semua siswa bermanfaat bagi masyarakat," kata putri KH Wahab Hasbullah ini.
Menurutnya nuansa kepesantrenan yang bisa dilakukan di madrasah ini salah satunya dengan membiasakan siswa-siswinya untuk sholat dluha dan dzuhur berjama'ah, setelahnya, para peserta didik dan gurunya melanjutkan kembali aktivitas kegiatan belajar mengajarnya.
Kegiatan sholat berjama'ah tersebut diakui Faizun, Kepala madrasah MAU-WH sudah berjalan dengan istiqomah sejak diterapkan tradisi ini hingga sekarang. "Madrasah kami rutin mengadakan sholat dluha dan dzuhur jama'ah dengan didampingi guru jam pertama dan terahir," katanya kepada NU Online, Senin (27/2) lalu.
Lebih jauh ia menjelaskan, secara tidak langsung dalam sholat jama'ah diajarkan sikap taat, persatuan, menghormati, tenggang rasa dan berkelompok atau bersatu.
Selain itu, lanjutnya sholat berjama'ah ini dapat melatih siswa menjadi pemimpin sholat dengan baik saat kembali ke lingkungannya masing-masing.
"Banyak pendidikkan karakter dalam sholat jama'ah, seperti persatuan dan rasa tanggung Jawa. Selain itu, imamnya juga bergantian diantara siswa," jelas Faiz sapaan akrabnya.
Selain sholat berjama'ah, Faiz menambahkan setelah jamaah dzuhur dilanjutkan kuliah tujuh menit yang diisi oleh siswa-siswinya kelas akhir secara bergiliran. "Hal ini bertujuan membekali dan melatih siswa agar memiliki keberanian berdakwah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)