Daerah

Mustasyar PCNU Pringsewu Bimbing Mbah Raminah Masuk Islam

Ahad, 8 Maret 2020 | 11:30 WIB

Mustasyar PCNU Pringsewu Bimbing Mbah Raminah Masuk Islam

Mustasyar PCNU Pringsewu, KH Sujadi membimbing Mbah Raminah mengikrarkan diri masuk Islam. (Foto:NU Online/Faizin)

Pringsewu, NU Online
Di usia 63 tahun, Mbah Raminah mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Wanita yang berprofesi sebagai penjual pecel di Desa Patoman Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung ini mengikrarkan dua kalimat syahadat. Mustasyar PCNU Pringsewu, KH Sujadi membimbing Mbah Raminah mengikrarkan diri masuk Islam didampingi putranya.
 
Setelah ikrar masuk Islam yang dipandu Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pagelaran Basridho, Kiai Sujadi yang juga merupakan Bupati Pringsewu memberi tambahan nama di depannya menjadi Siti Raminah. Selain Kepala KUA, Ikrar syahadat Mbah Raminah juga disaksikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul (PCNU) Pringsewu H Taufik Qurrahim dan Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Mahfudz Ali.
 
Kiai Sujadi berharap setelah memeluk Islam Mbah Raminah menjadi Muslimat yang kuat memegang prinsip dan menjalankan segala perintah agama Islam. Ia pun menjelaskan ayat 137 Al-Qur'an Surat Annisa yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus."
 
Ayat ini menurut Kiai Sujadi menjadi warning (peringatan) bagi siapa saja agar tidak mudah terombang-ambing dan tidak dengan gampangnya berpindah-pindah keyakinan. "Ayat ini menegaskan dan mengingatkan kita semua agar tidak mencla-mencle dalam beragama," katanya saat prosesi ikrar syahadat bersamaan dengan Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di gedung NU Pringsewu, Ahad (8/3).
 
Bagi siapa saja lanjut Kiai Sujadi, yang masuk dalam keimanan, kemudian kembali pada kekafiran, lalu kembali lagi pada keimanan, dan menuju kekafiran kembali, lantas tetap hati di atas kekafiran maka Allah tidak akan mengampuninya. "Allah tidak menunjukan orang ini jalan hidayah. Jadi beragama tidak hanya di mulut saja. Harus murni dari dalam hati," pesannya.
 
Ia juga mengingatkan bahwa dalam beragama tidak boleh ada pemaksaan. Sehingga ia pun mengingatkan Mbah Raminah agar benar-benar tulus ikhlas masuk Islam dari lubuk hati yang paling dalam sekaligus tidak mudah terombang-ambing. Dalam beragama pun tidak terkait dengan faktor keturunan. Hal ini terlihat dari putra putri.Mbah Raminah yang sudah masuk Islam terlebih dahulu.
 
Seusai acara ikrar syahadat yang berjalan dengan khidmah, Mbah Raminah langsung mendapatkan zakat sebagai mualaf dari Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. Zakat sebesar satu juta Rupiah ini diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif LAZISNU Pringsewu M Kabul Muliarto. Selain itu, Mbah Raminah juga mendapatkan zakat dari BAZNAS Pringsewu.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin