Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

NU Sebagai 'Manhaj', Harus Dilestarikan untuk Pegangan Hidup

NU Sebagai 'Manhaj', Harus Dilestarikan untuk Pegangan Hidup
Kiai Muhyidin, duduk paling kanan
Kiai Muhyidin, duduk paling kanan

Jember, NU Online
Diakui atau tidak, mendirikan NU bukan hal yang gampang. Para ulama yang dimotori KH Cholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin, dan sebagainya harus tirakat, ikhtiar dan minta petunjuk kepada Allah untuk mendirikan NU.

Hal tersebut diungkapkan Rais Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberikan sambutan dalam acara Pembentukan Panitia Konferensi PCNU Jember di kediaman Ketua PC Lesbumi Jember (H Razid Zakakria), Perumahan Surya Milenia, Kaliwates, Jumat (28/6).

Menurut Kiai Muhyiddin, keberadaan NU Harus disyukuri, apalagi saat ini warga NU tinggal menikmati manfaatnya. NU ibarat kompas yang memberi petunjuk di tengah belantara kehidupan.

“Maka harus disyukuri betul. NU sudah menjadi  manhaj bagi kita. Harus dijaga kelestariannya dan diwariskan  kepada anak cucu kita,” tukasnya.

Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris, Anrtirogo, Jember itu menegaskan tantangan NU kedepan semakin kompleks. Godaan politik pun kian menggiurkan. Terpilihnya KH Ma’ruf  Amin yang notabene  sebagai Rais ‘Aam PBNU, telah melahirkan euforia politik.

“Walaupun demikian, kita jangan sampai lengah. Jangan semuanya terjun ke politik. Kita butuh kader yang benar-benar andal untuk menjaga NU agar tak pernah bergeser dari relnya,” urainya.

Kiai Muhyidin juga berpesan agar warga NU tidak berlebihan dalam menyikapi kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Sikap yang berlebihan justru akan mengusik suasana kondusif yang sudah mulai terbangun. Tak perlu membusungkan dada kerena presiden terpailh adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali.

“Sekarang kita harus berbaur dalam satu barisan, barisan bangsa Indonesia,” uraiya.

Terplihnya KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden terpilih, sejatinya merupakan tantangan berat warga NU. Sebab apapun yang terjadi, KH Ma’ruf Amin tidak bisa dipisahkan dari NU. Dengan kata lain, kemanapun pergi, ia selalu membawa nama NU.
“Kita doakan semoga KH Ma’ruf Amin dapat mengemban tugasnya dengan baik,” harapnya. (Aryudi AR)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×