Jember, NU Online
Pelajar NU Jember membulatkan tekad untuk memerangi hoax (berita palsu). Kebulatan tekad tersebut diwujudkan dengan Deklarasi Pelajar Anti Hoax yang digelar di sela-sela pelantikan PC IPNU-IPPNU Masa Khidmat 2016-2018 di Aula SMK IBU, Pakusari, Jember, Jawa Timur, Ahad (26/2).
Menurut Ketua PC IPNU Jember, Aris Dermawan, berita hoax sangat berbahaya karena dapat meracuni opini masyarakat, sehingga harus diperangi.
"Berita hoax itu dapat menggiring masyarakat untuk membenci sesuatu atau sebaliknya. Jadi sangat berbahaya jika dibaca masyarakat awam," ucapnya.
Aris menambahkan, berita hoax sesungguhnya sudah lama "mengudara". Namun hoax menemukan momentumnya ketika teknologi informasi berkembang begitu rupa, lebih-lebih kemudian ditopang oleh kehadiran ponsel pintar (smartphone).
Bersamaan dengan itu, kebebasan yang tanpa batas untuk membuat portal berita, menemukan salurannya. Sehingga berita apapun yang bersumber dari portal, kerap kali dianggap resmi (benar). Dan ironisnya, berita tersebut begitu cepat menyebar ke masyarakat karena sudah bisa diakses lewat HP Android.
"Ini sungguh berbahaya. Berita hoax sering dipakai dalam pembunuhan karakter. Ini biasa terjadi terkait dengan kegiatan politik praktis," jelasnya.
Karena itu, lanjut Aris, sebagai perwujudan dari Deklarasi Pelajar Anti-Hoax itu, semua anggota IPNU-IPPNU tidak boleh serta-merta mengunggah atau meneruskan berita yang isinya janggal. Untuk melacak apakah berita itu janggal atau tidak, perlu dicarikan bandingannya dengan berita-berita lain.
"Kalau kebiasaan kita, jika ada berita yang meragukan 'kan harus tabayun (konfirmasi) dulu. Kalau berita hoax, tabayunnya ya lewat perbandingan dengan berita lain. Jadi kami sepakat, berita hoax terutama yang terkait dengan adu domba, radikalisme dan sebagainya, wajib kita lawan. Salah satunya dengan cara tidak gampang mengunggah," urai Aris. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)