Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Penggunaan Gedung Baru PCNU Bintan Tandai Digelarnya Rangkaian Harlah NU

Penggunaan Gedung Baru PCNU Bintan Tandai Digelarnya Rangkaian Harlah NU
Sejumlah aktivis Muslimat NU Bintan berpose usai pemotongan nasi tumpeng menandai perayaan Harlah NU ke-96 di Kantor baru PCNU Bintan. (Dok. FB PCNU Bintan)
Sejumlah aktivis Muslimat NU Bintan berpose usai pemotongan nasi tumpeng menandai perayaan Harlah NU ke-96 di Kantor baru PCNU Bintan. (Dok. FB PCNU Bintan)

Telukbintan, NU Online
Penggunaan gedung baru Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Bintan Buyu, Teluk Bintan, Ahad (30/1/2022), menandai digelarnya rangkaian peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-96 di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.


Ketua PCNU Bintan, Kiai Muhammad Nu'man mengatakan, gedung baru ini merupakan kantor bersama mulai dari tanfidziyah, syuriyah, hinggga badan otonom seperti GP Ansor, Fatayat NU, dan Muslimat NU.


“Harlah tahun ini istimewa karena kita sudah memiliki kantor baru di gedung milik kita sendiri serta di tanah milik kita,” kata Kiai Nu'man.


Gedung baru ini, lanjut dia, merupakan milik umat. Ia berharap, gedung itu dapat dipergunakan secara maksimal oleh semua elemen NU sehingga peranan NU dalam membangun dan menjaga keutuhan NKRI dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.


“Mari membumikan Islam wasathiyah di tengah-tengah masyarakat,” ajak Kiai Nu'man.


KH Agil Misbah, tokoh NU dari Batam, pada ceramahnya mengatakan NU berdiri pada 31 Januari 1926 dilatarbelakangi fenomena yang terjadi dalam lingkup internasional maupun nasional. Pembahasan persoalan keagamaan, kebangsaan, serta sosial masyarakat oleh para ulama.


“NU turut andil dalam memerdekaan bangsa kita dari belenggu penjajahan Belanda maupun Jepang,” ungkapnya.


Konsep keislaman dan kebangsaan NU, lanjut Kiai Agil, sangat moderat, penuh toleransi, dan adil. Nilai-nilai ini mempertajam komitmen kebangsaan melalui Trilogi Ukhuwah, yakni ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan keislaman), ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwwah insaniyyah (persaudaraan kemanusiaan).


Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono dalam sambutannya mengatakan, peran NU selama ini sangat besar dalam menjaga persatuan kesatuan bangsa. Hendaklah semua elemen masyarakat mendukung gerakan NU.


“Saya siap berada di depan bersama-sama warga NU menjaga dan merawat persatuan kesatuan dalam bingkai NKRI,” ujar Kapolres Tidar disambut aplaus hadirin.


Kontributor: M Rofik 
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×