Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pesantren di Jateng Bentuk Forum Bisnis Kembangkan Potensi Ekonomi 

Pesantren di Jateng Bentuk Forum Bisnis Kembangkan Potensi Ekonomi 
Rapat pembentukan forum bisnis pesantren dipimpin Fasilitator BI Perwakilan Jateng, Purjoko lewat daring (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Rapat pembentukan forum bisnis pesantren dipimpin Fasilitator BI Perwakilan Jateng, Purjoko lewat daring (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Semarang, NU Online
Sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah membentuk forum bisnis untuk mengembangkan potensi ekonomi pesantren (ekotren). Kesepakatan membentuk forum ini diambil dalam rapat melalui teleconference, Selasa (7/4).
 
Dalam rapat yang dipandu oleh Fasilitator Bank Indonesia Perwakilan Jateng Purjoko ini diikuti 24 perwakilan pesantren yang mengembangkan usaha di bawah pembinaan BI, Asiseten Bidang Ekbang Setda Jateng, dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Ansor Jateng
.
kegiatan rapat online juga diikuti sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng yang terkait dengan program penguatan ekonomi pesantren (ekotren) yang digagas Wakil Gubernur (Wagub) Jateng KH Taj Yasin Maimoen.
 
Purjoko mengatakan, selama ini kantor Bank Indonesia memberikan pembinaan dan pendampingan usaha kepada sejumlah pesantren, untuk bisa berkembang tentu butuh jaringan pasar.
 
"Karena itulah tepat sekali kalau forum ini bersepakat membentuk forum bisnis pesantren untuk menguatkan dan membentuk jaringan pasar tersendiri," katanya.
 
Wakil ketua IKA Ansor Nur Syamsudin mengatakan, pembentukan forum bisnis pesantren ini merupakan langkah tepat, apalagi langkah awalnya untuk membentuk dan menguatkan pasar sendiri.
 
Menurutnya, pangsa dan potensi ekotren besar sekali, namun belum bisa dimaksimalkan kalangan internal pesantren sendiri. Dari sisi konsumen, misalnya selama ini dieksploitasi oleh kalangan non pesantren.
 
"Kalau potensi konsumen bisa diambil alih tentu akan dapat mengangkat potensi ekonomi kreatif yang dimiliki oleh kalangan pesantren," tegasnya.
 
Ekotren lanjutnya, bisa tumbuh di lingkungannya sendiri tanpa harus melakukan ekspansi keluar, sekaligus mengkanalisasi dan membentengi konsumennya agar tidak lagi diambil pihak luar. 
 
"Prinsip dari pesantren ke pesantren untuk pesantren demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera akan terealisasi," ucapnya kepada NU Online.
 
Dia menambahkan, kehadiran forum bisnis pesantren ini sejalan dengan program ekotren gagasan Wagub Jateng Gus Yasin Maimoen yang berinisiatif membentuk holding pesantren dan didukung Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin. 
 
Disamaikan, forum bisnis pesantren bisa langsung dikolaborasikan dengan holding pesantren yang berada di level propinsi dan hanya berfungsi sebagai pusat informasi potensi produk unggulan pesantren.
 
"Di sini antara produsen dan konsumen pesantren bertemu, berkolaborasi, dan bertransaksi, syukur bisa menemukan strategi untuk ekspansi," papar Dosen UIN Wali Songo Semarang ini.
 
Dikatakan, untuk menguatkan posisi holding pesantren, kini sedang disiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk memayunginya agar Pemprov Jateng dapat lebih full power dalam mendorong unit-init usaha dan ekonomi kreatif yang  tumbuh pesat di lingkungan pesantren.
 
Asiseten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Jateng Peni Rahayu merespons positif menggeliatnya aktivitas ekotren. Pemprov berkepentingan untuk mendorong potensi ini agar bisa berkembang sehingga mampu menguatkan Soko guru ekonomi Jateng.
 
"Kami menunggu formula yang tepat, sejumlah program akan kami siapkan untuk mendorong percepatan terwujudnya ekotren yang tangguh di Jateng," pungkasnya.
 
Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×