Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Upaya Gusdurian Depok Atasi 10 Persoalan Lingkungan

Upaya Gusdurian Depok Atasi 10 Persoalan Lingkungan
Tahlil Kebangsaan Gusdurian Depok pada Januari 2022 di Setu Sawangan, Jawa Barat. (Foto: dok Panitia)
Tahlil Kebangsaan Gusdurian Depok pada Januari 2022 di Setu Sawangan, Jawa Barat. (Foto: dok Panitia)

Depok, NU Online

Gusdurian Depok bersama Desantara dan puluhan organisasi lainnya menggelar Ngaji Budaya Lingkungan dan penanaman pohon di Taman Rahlia Sawangan Depok, Jawa Barat.

Langkah tersebut dilakukan karena saat ini, Indonesia menghadapi setidak-tidaknya sepuluh masalah lingkungan utama yaitu sampah, banjir, sungai tercemar, pemanasan global, pencemaran udara, rusaknya ekosistem laut, sulitnya air bersih, kerusakan hutan, abrasi, dan pencemaran tanah.

"Menurut Survei Indikator Politik Indonesia, 27 Oktober 2021, masalah sampah, polusi udara, pencemaran air, dan perubahan iklim, masalah lingkungan teratas menurut kalangan muda Kalangan generasi Z (17-26 tahun) dan milenial (27-35 tahun). Untuk mengatasinya, sekarang ini mulai banyak inisiasi dari berbagai komunitas, termasuk anak-anak muda lintas iman. Usaha-usaha ini masih harus diperluas dan dikembangkan. Sebagai bagian dari usaha tersebut," tulis panitia dalam rilis yang diterima NU Online Ahad (23/1/2022)

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Sri Lestari dari pemudi Kapribaden sebuah komunitas penghayat kepercayaan; Direktur Program Desantara dan Pengasuh Pesantren Misykatul Anwar Bogor, Roy Murtadho; dan praktisi pendidikan peduli lingkungan, Reni Nuraeni.

Ketiga narasumber membicarakan bagaimana komunitas keagamaan dan pendidikan membicarakan lingkungan. Setiap agama dan keyakinan umumnya memiliki pandangan teologis yang jelas tentang pentingnya merawat alam. Namun, dalam praktik gerakan keagamaan ini masih belum sekuat yang diharapkan. Melalui obrolan ringan ini diharapkan lahir strategi dan inisiasi-inisiasi baru merespons tantangan tersebut.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari gerakan memperingati kepergian KH Abdurrahman Wahid dengan tanda pagar #BulanGusdur ke- 12. Tahun ini kegiatan dilakukan Desember 2021-Januari 2022. Kegiatan ini digelar serentak oleh jaringan Gusdurian  di seluruh Indonesia dengan beragam tema dan kegiatan, salah satunya menanam pohon. Selain itu ada kegiatan lain seperti tahlil kebangsaan, dialog, dan bedah buku.

Sebelumnya Gusdurian Depok menggelar Tahlil Kebangsaan pada 16 Januari 2022 di Setu Sawangan. Tahlil menghadirkan Ketua Komnas HAM 2016-2017, M Imdadun Rahmat; Komisioner Ombudsman 2016-2021,  Ahmad Suaedy; dan Presidium Gusdurian Jawa Bagian Barat, Subhi Azhari.

 
Dalam isu lingkungan dan sumber daya alam, gagasan penting KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) salah satunya membuat skala prioritas mengenai pentingnya asas pengembangan, bukannya asas pertumbuhan.

"Asas pengembangan berarti pilihan arah dan orientasi pembangunan yang menumbuhkan kekuatan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup, dengan kendali kokoh, bukannya asal menumbuhkan kekuatan secara asal tumbuh saja," tulis Presiden keempat RI itu dalam Kerangka Pengembangan Doktrin Ahlussunnah wal Jamaah.

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×