Arab Saudi 'Lockdown' 6 Wilayah di Madinah
NU Online · Sabtu, 11 April 2020 | 16:40 WIB
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menerapkan karantina wilayah (lockdown) di enam distrik di Kota Madinah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Peraturan ini mulai berlaku pada Jumat (10/4) hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Keenam distrik di Madinah yang dikarantina wilayah adalah distrik al-Syuraibat, Bani Dhafar, Qurban, al-Jumah, al-Iskan, dan Bani Khidrah. Dengan peraturan ini, warga dan penduduk di enam distrik ini dilarang meninggalkan rumah mereka selama 24 jam penuh.
Diberitakan Arab News, Jumat (10/4), Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Saudi akan menanggung kebutuhan makanan penduduk di enam kawasan itu. Mereka juga akan memantau kebutuhan penduduk secara rutin.
Meski demikian, jasa layanan antar barang ke rumah-rumah di enam distrik tersebut masih tetap diizinkan selama lockdown berlangsung, asal itu sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
Merujuk data Worldometers, per hari ini, Sabtu (11/4), ada 3.651 kasus virus corona di wilayah kerajaan (47 meninggal dan 685 sembuh).
Arab Saudi mengambil beberapa langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Di antaranya melarang shalat berjamaah dan shalat Jumat di masjid-masjid, membatasi pergerakan antarprovinsi di wilayah Kerajaan, menangguhkan penerbangan domestik dan internasional, melarang pelaksanaan umrah, dan menghentikan transportasi publik.
Raja Salman menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah pencegahan untuk memerangi virus corona. Dia menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga pemerintahan yang bekerja selama wabah berlangsung, terutama para professional di sektor kesehatan.
Dia menambahkan, pihak berwenang akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan warga Kerajaan selama wabah berlangsung. Dia juga berkomitmen akan melakukan segalanya untuk menjaga kesehatan rakyatnya. Menurutnya, rakyat Saudi telah menunjukkan kekuatannya dalam menghadapi pandemi virus corona.
"Kami mengandalkan keteguhan hati warga kami, tekad dan tanggung jawab mereka untuk melawan virus corona. Saya mengatakannya dengan jujur, tahap selanjutnya (virus corona) akan lebih sulit di tingkat global," kata Raja Salman, pada 19 Maret lalu.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Mabes TNI Minta Masukan PBNU soal Rencana Pemindahan Makam Pahlawan Nasional ke Daerah Asal
Terkini
Lihat Semua