Isra’ dan Mi’raj, Warga NU Sudan Diminta Fokus pada Profesi
NU Online · Sabtu, 7 Mei 2016 | 14:04 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama’ Sudan menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Besar Islam isra’ dan mi’raj di Aula Haji Agus Salim KBRI, Khartoum, Sudan, Jumat (6/5) sore. Para hadirin yang berjumlah lebih dari seratus orang ini diminta untuk menjalankan kewajibannya masing-masing di Sudan.
Pengajian ini berbarengan dengan pelantikan pengurus baru PCINU dan Muslimat NU Sudan masa khidmah 2016-2017.
Kepengurusan NU Sudan ke depan akan dipimpin Kiai Ribut Nur Huda sebagai Rais Syuriyah, Azim Aufaq sebagai Ketua NU Sudan, dan Faridhatunnisa sebagai Ketua Muslimat NU Sudan masa khidmah 2016-2017.
Kiai Mirwan Akhmad Attaufiq yang diminta mengisi taushiyah mengajak para hadirin untuk selalu ingat dengan tugas masing-masing. “Jika ia seorang pelajar, kewajibannya adalah belajar. Jika ia seorang pekerja, kewajibannya adalah bekerja.”
Kiai Mirwan juga mengingatkan warga Indonesia di Sudan untuk selalu melaksanakan tugas utama, shalat lima waktu.
Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan, para staf KBRI Khartoum Sudan, para pekerja asal Indonesia, organisasi kekeluargaan di Sudan, para mahasiswa dan seluruh anggota PCINU Sudan.
Turut hadir Mustasyar PCINU Sudan Syeikh Sulaiman Muhammad Ali dan Mustasyar Muslimat NU Sudan Prof Syati Hasanat.
Panitia Lembaga Dakwah berterima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang membantu terlaksananya acara ini. Pertemuan ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sidik Ismanto.
“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dengan dihadiri oleh lebih dari 150 hadirin,” kata Abdul Ghofur. (Red Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua