Nasional KESEHATAN

Anak Perlu Dikenalkan Perawatan dan Kesehatan Gigi Sejak Dini

Sel, 20 September 2016 | 09:00 WIB

Sidoarjo, NU Online
Merawat kesehatan gigi anak sejak dini sangat penting karena anak-anak dalam masa tumbuh kembang. Kesehatan gigi sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak baik fisik maupun psikis. Tak hanya itu saja, memberikan edukasi pada anak untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur sangatlah penting. Disamping itu, anak-anak juga perlu dikasih tahu makanan dan minumam apa saja yang dapat merusak gigi. Pernyataan ini disampaikan dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, drg. Dini Safitri kepada NU Online, Selasa (20/9).
 
Menurutnya, kerusakan gigi merupakan masalah yang paling umum terjadi pada anak-anak dibandingkan penyakit gigi dan mulut lainnya. Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya harus diperhatikan. Kehilangan dini gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi gigi geligi, yang bararti kehilangan keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan dan keharmonisan wajah. Pada umunya, kehilangan gigi pada anak terjadi karena gigi berlubang yang tidak dirawat atau dapat juga karena trauma.
 
"Mempertahankan gigi susu agar selalu sehat tidaklah mudah, oleh karenanya perlu peran aktif orang tua. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membimbing, memberikan perhatian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas kepada anak agar dapat memelihara kebersihan gigi dan mulut. Pengetahuan orang tua merupakan modal penting dalam membentuk perilaku yang mendukung perawatan gigi dan mulut pada anak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membawa anaknya berkunjung ke dokter gigi. Diharapkan dengan membiasakan anak melakukan pemeriksaan gigi secara rutin akan mengatasi rasa cemas dan ketakutan anak terhadap perawatan gigi dan mulut," papar Dini panjang lebar.
 
Untuk memotivasi perawatan gigi, sambung Dini, anak perlu diajak berkunjung ke dokter gigi. Pada kunjungan pertama itu sebaiknya hanya untuk memperkenalkan pada anak bagaimana rasanya memeriksakan gigi dan memperlihatkan bahwa hal tersebut adalah pengalaman yang menyenangkan.
 
"Orang tua perlu memeriksakan gigi anak ke dokter gigi sejak dini, yaitu mulai usia 2 tahun. Jangan hanya membawa anak ke dokter gigi karena ada keluhan. Anak sebaiknya dibawa kedokter gigi rutin 6 bulan sekali untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan gigi serta merawatnya jika diperlukan. Orang tua juga harus dapat aktif memeriksa gigi dan mulut anak seperti melihat adanya gigi yang berlubang atau gigi yang goyang. Usahakan anak menyukai sayuran dan buah-buahan yang dapat mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak," sarannya.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menjelaskan, biasanya dokter gigi akan berusaha mengakrabkan diri dengan anak sebelum memeriksa gigi. Hal tersebut penting untuk menjalin ikatan dengan anak, agar anak dapat bekerjasama selama perawatan. Setelah anak mulai mengenal dokter gigi, perawatan ringan yang tidak menimbulkan rasa sakit akan diberikan agar timbul rasa percaya pada dokter gigi.
 
"Idelanya perawatan yang meliputi pencabutan atau preparasi dengan bor tidak dimulai pada kunjungan pertama. Sayangnya anak sering dibawa pertama kali ke dokter gigi dalam keadaan sakit. Sehingga prosedur pendahuluan yaitu memperkenalkan anak ke dokter gigi tidak mungkin dilakukan. Bagi orang dewasa bila ia merasa kurang senang pada suatu dokter gigi ia akan pergi ke dokter gigi lain, tetapi tidak demikian halnya dengan pasien anak. Sekali ia mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, akan sulit baginya untuk membangun kepercayaan terhadap dokter gigi," jelasnya.
 
Lebih lanjut Dini mengemukakan, keberhasilan suatu perawatan di bidang kesehatan gigi anak ditentukan oleh banyak hal, antara lain bimbingan orang tua terhadap anak dipengaruhi motivasi orang tua dalam menjaga kesehatan gigi, serta kerjasama orang tua dan dokter gigi juga sangatlah penting dalam keberhasilan pengenalan dan perawatan gigi anak sejak dini.
 
Peran orang tua selanjutnya yakni membersihkan gigi anak sedini mungkin, bahkan ketika masih berusia beberapa bulan saat gigi belum muncul. Cara membersihkannya dengan menggunakan kasa yang dililitkan pada jari telunjuk, gunakan untuk mengelap dan memijat gusi bayi dua kali sehari. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan mebiasakan anak dengan perawatan mulut.
 
"Setelah gigi susu pertama muncul, gunakan sikat gigi halus dan air biasa untuk menyikat gigi. Jangan menggunakan pasta gigi sampai anak bisa belajar untuk berkumur dan meludahkan busanya. Setelah itu gunakan sedikit saja dan harus tetap awasi penggunaannya. Aktivitas menyikat gigi anak sampai usia 7 atau 8 tahun harus dimonitor orang tua, sampai anak mengetahui cara menikat gigi yang benar," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)