Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Harapan untuk Muktamar NU yang Teduh dan Penuh Keakraban

Harapan untuk Muktamar NU yang Teduh dan Penuh Keakraban
Kepala Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kemenag, H Mohsen Alaydrus saat berbincang dengan Pemred NU Online A Mukafi Niam di sela Muktamar NU di Lampung. (Foto: NU Online/Musthofa Asrori)
Kepala Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kemenag, H Mohsen Alaydrus saat berbincang dengan Pemred NU Online A Mukafi Niam di sela Muktamar NU di Lampung. (Foto: NU Online/Musthofa Asrori)

Bandarlampung, NU Online
Banyak pihak yang berharap hajatan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung digelar penuh keteduhan, keakraban, dan kebersamaan. Selain itu, juga riang gembira tanpa adanya konflik sesama peserta.


Hal tersebut dikatakan Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Balitbang Diklat Kemenag, H Mohsen Alaydrus, di sela-sela kunjungannya di arena Muktamar yang digelar di UIN Raden Intan Lampung, Kamis (23/12/2021).


“NU itu ormas terbesar di Indonesia. Bahkan, di dunia. Sudah seharusnya memberi contoh terbaik dalam beroganisasi. Kami sebagai warga Nahdliyin dari Indonesia timur sangat berharap gelaran ini penuh keakraban dan persaudaraan,” ujar Habib Mohsen. 


Dengan duduk santai di bawah pohon rindang di tepi danau kecil, pria asal Palu Sulawesi Tengah ini bercerita tentang pengalamannya mengikuti muktamar. Ia mengaku hadir sebanyak lima kali dalam hajatan lima tahunan ini.


“Saya sudah mengikuti lima kali Muktamar NU. Sejak di Lirboyo, Solo, Makassar, Jombang, hingga hari ini di Lampung,” tutur pria keturunan Arab ini kepada NU Online, Kamis siang.


Ia juga bercerita tentang keaktifannya di PCNU Kota Palu dan PWNU Sulteng. “Saya menjabat sebagai Ketua PCNU Palu dua periode. Sekretaris dan Ketua PWNU Sulteng masing-masing satu periode. Jadi, saya 20 tahun di struktural. Kini saya kembali kultural,” ungkapnya.


Pada saat dirinya menjabat sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesanttren (PD Pontren) Ditjen Pendis Kemenag, ia sempat aktif di Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PBNU. “Waktu itu, Gus Rozin Ketuanya pada periode pertama Kiai Said menjabat,” tutur Habib Mohsen.


Profesor riset Puslitbang Penda, Muhammad Murtadlo, yang menemani Kapus yang baru dilantik sebulan silam ini menambahkan, Muktamar NU merupakan kegiatan keagamaan yang dahsyat. “Sayangnya belum bisa dimaksimalkan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. Idealnya, acara ini bisa jadi ajang promosi pariwisata dan produk-produk UMKM,” kata Murtadlo.


Menurut dia, di radius 500 meter persegi di arena muktamar ini banyak warga yang membuka lapak aneka kuliner khas daerah. “Tentu acara seperti bisa jadi rebutan pemda nantinya. Tapi mungkin karena sekarang masih pandemi, jadi dibatasi untuk mencegah kerumunan,” sergahnya.


Di sela bincang-bincang ringan, tetiba lewatlah Pemred NU Online A Mukafi Niam. Dengan ramah, ia menyapa dua pejabat Puslitbang Kemenag ini. “Ini ada buku LPJ dan materi muktamar. Silakan dibawa dan dibaca-baca,” ujar Niam seraya tersenyum.


Di sudut lain, tampak iring-iringan bus yang tertulis di depannya 'penggembira muktamar' dari sejumlah daerah. Saat NU Online mengabadikan kedatangan mereka, sopir bus pun memberi klakson telolet tanda bahagia.


Pewarta: Musthofa Asrori
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×