Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

KH A’wani Sya’roni Jelaskan Keistimewaan Wukuf di Arafah

KH A’wani Sya’roni Jelaskan Keistimewaan Wukuf di Arafah
Rembang, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH A'wani Sya'roni mengungkapkan terkait keistimewaan wukuf di padang Arafah pada 9 Dzulhijjah. Wukuf di padang Arafah itu sendiri merupakan ritual terpenting dalam ibadah haji yang wajib dilakukan.

Wukuf di Arafah ini merupakan puncak dalam ibadah haji. Ia mengatakan bahwa, di Arafah inilah sebagai gambaran ketika manusia dibangkitkan dari kematian pada hari kiamat nanti. "Semua manusia mulai Nabi Adam hingga nanti kiamat akan dikumpulkan kembali. Mereka akan tahu arwahnya. Inilah kehebatan wukuf di Arafah," jelasnya, Selasa (6/9).

Wukuf di padang Arafah ini tepatnya dilakukan diatas bukit yang bernama Jabal Rahmah. Berada dibagian timur dari padang Arafah di Kota Makkah. Jabal berati sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah berarti kasih sayang. Sesuai dengan namanya, bukit ini diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa ketika diturunkan di Bumi.

Kiai A'wani sapaan akrabnya menambahkan, ketika orang melaksanakan haji maka wajib ke Arafah, karena kebesaran haji itu berada di Arafah. Menitik ketika zaman arwah akan berkumpul. Ketika telah sampai di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah maka semua dosa akan diampuni.

"Kok sampai ada orang di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah masih ragu diampuni dosanya apa tidak, itu malah berdosa. Harus yakin. Makanya orang selesai melaksanakan ibadah haji itu bersih dari dosa dan doanya dikabulkan," terangnya.

Pengampunan seperti ini, lanjut Kiai A'wani, diumpamakan seperti bayi baru lahir. Maka haji yang mabrur itu tidak ada balasan yang utama kecuali surga. Sebab konsep surga itu bagi orang yang bersih.

"Ini seperti anak baru lahir kemudian meninggal, atau orang gila mulai kecil. Maka dia bersih dari dosa, dan pasti akan dimasukkan ke surganya Allah," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Musthofa Desa Lodan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut. (Aan Ainun Najib/Fathoni)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×